Menteri Pertanian bantu obat-obatan atasi flu babi di NTT
Jumat, 29 Mei 2020 13:35 WIB
Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo. ANTARA/ Benny Jahang.
Kupang (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo menyerahkan bantuan obat-obatan dan cairan disinfektan untuk mengatasi virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi yang menyerang ternak babi di Nusa Tenggara Timur.
Bantuan itu diserahkan secara langsung Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat.di Kupang, Jumat, (29/5).
Baca juga: NTT alihkan anggaran pembibitan babi Rp2 miliar untuk tangani COVID-19
Bantuan yang diberikan pemerintah pusat itu terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) 200 buah, cairan disinfektan 1.100 liter, alat semprot sebanyak 160 buah dan suplemen 7.375 kg.
Yasril Yasin Limpo mengatakan mengatasi pandemi flu babi yang sedang menimpa para peternak babi di Nusa Tenggara Timur dapat diatasi dengan mengisolasi ternak yang ada, sehingga virus ASF tidak terus menyebar ke ternak babi lainnya yang kondisinya masih sehat.
Baca juga: Kematian babi akibat virus ASF capai 6.998 ekor
"Mengatasi serangan virus ASF kami tidak merekomendasikan untuk melakukan pemusnahan massal. Hanya dengan melakukan isolasi maka virus ASF ini bisa diatasi," kata Syahril Yasin Limpo.
Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan obat-obatan untuk mengatasi serangan Virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) yang berlangsung di Kupang, Jumat (29/5/2020). ANTARA/ Benny Jahang.
Dia menjelaskan, kepala daerah di NTT yang daerahnya terjadi kasus serangan virus ASF perlu melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalulintas ternak babi, sehingga virus ASF tidak menular ke ternak babi di wilayah lain.
"Mengisolasi secara ketat terhadap daerah tertentu maka serangan virus ASF yang menyerang ribuan ternak babi di NTT dapat diatasi dengan cepat," tegasnnya.
Baca juga: Pengamat: Perlu langkah serius atasi flu babi Afrika di NTT
Menurut Mentan, bantuan vaksin tersebut diharapkan mampu mengendalikan serangan penyakit ASF yang sejauh ini telah menyerang 7.000 ekor ternak babi milik warga NTT.
Ia mengatakan ternak babi juga menjadi kekuatan ekonomi karena untuk kebutuhan ekspor.
Bantuan itu diserahkan secara langsung Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat.di Kupang, Jumat, (29/5).
Baca juga: NTT alihkan anggaran pembibitan babi Rp2 miliar untuk tangani COVID-19
Bantuan yang diberikan pemerintah pusat itu terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) 200 buah, cairan disinfektan 1.100 liter, alat semprot sebanyak 160 buah dan suplemen 7.375 kg.
Yasril Yasin Limpo mengatakan mengatasi pandemi flu babi yang sedang menimpa para peternak babi di Nusa Tenggara Timur dapat diatasi dengan mengisolasi ternak yang ada, sehingga virus ASF tidak terus menyebar ke ternak babi lainnya yang kondisinya masih sehat.
Baca juga: Kematian babi akibat virus ASF capai 6.998 ekor
"Mengatasi serangan virus ASF kami tidak merekomendasikan untuk melakukan pemusnahan massal. Hanya dengan melakukan isolasi maka virus ASF ini bisa diatasi," kata Syahril Yasin Limpo.
Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (kanan) menyerahkan secara simbolis bantuan obat-obatan untuk mengatasi serangan Virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) yang berlangsung di Kupang, Jumat (29/5/2020). ANTARA/ Benny Jahang.
Dia menjelaskan, kepala daerah di NTT yang daerahnya terjadi kasus serangan virus ASF perlu melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalulintas ternak babi, sehingga virus ASF tidak menular ke ternak babi di wilayah lain.
"Mengisolasi secara ketat terhadap daerah tertentu maka serangan virus ASF yang menyerang ribuan ternak babi di NTT dapat diatasi dengan cepat," tegasnnya.
Baca juga: Pengamat: Perlu langkah serius atasi flu babi Afrika di NTT
Menurut Mentan, bantuan vaksin tersebut diharapkan mampu mengendalikan serangan penyakit ASF yang sejauh ini telah menyerang 7.000 ekor ternak babi milik warga NTT.
Ia mengatakan ternak babi juga menjadi kekuatan ekonomi karena untuk kebutuhan ekspor.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mencegah replikasi virus dengan cara minum ARV tepat waktu bagi ODHA
06 December 2024 6:32 WIB, 2024
Ahli Zoologi dari IPB kemukakan proses kelelawar saat menyebarkan penyakit zoonosis
18 November 2024 10:56 WIB, 2024
Dokter bilang Vaksin HPV bagi laki-laki untuk cegah kanker serviks pasangannya
29 July 2024 18:00 WIB, 2024
Menkominfo Budi Arie bilang penyerang PDN minta tebusan 8 juta dolar AS
24 June 2024 14:19 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Satgas saber pangan NTT menegur pedagang yamg menjual Minyakita di atas HET
20 February 2026 2:57 WIB
DJPb: Alokasi pagu anggaran infrastruktur NTT pada 2026 mencapai Rp1,61 triliun
19 February 2026 21:30 WIB
Kemenhub: Operator menghentikan penerbangan perintis di Papua tak akan disanksi
18 February 2026 11:20 WIB