Tak ada kesulitan cairkan anggaran pengawasan pilkada
Senin, 6 Juli 2020 16:19 WIB
Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa (dua dari kanan) sedang mencermati data perolehan suara bersama Ketua KPU NTT, Thomas Dohu (tiga dari kanan). (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Thomas Djawa mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pencairan anggaran untuk pengawasan pilkada di daerah itu.
"Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Bawaslu pada semua daerah yang menyelenggarakan pilkada di NTT, sampai saat ini tidak ada kendala dalam proses pencairan anggaran pengawasan. Semua berjalan sesuai dengan mekanisme," kata Thomas Djawa kepada ANTARA di Kupang, Senin (6/7).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan proses pencairan anggaran untuk pengawasan pilkada serentak 2020, pada sembilan kabupaten di NTT.
Baca juga: NTT dapat tambahan Rp18,9 miliar untuk pilkada 2020
Baca juga: APD belum tersedia, verifikasi dukungan calon perseorangan di NTT tertunda
Bahkan menurut dia, sebagian besar anggaran pilkada yang sudah disepakati dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah dicairkan.
Artinya, tidak ada hambatan. Semua berjalan sesuai dengan mekanisme dan tahapan pencairan anggaran yang telah disepakati," katanya.
Alokasi anggaran pengawasan yang tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), yang telah ditandatangani pemerintah dan Bawaslu pada sembilan kabupaten yakni Kabupaten Sabu Raijua dengan anggaran sebesar Rp5,5 miliar, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan anggaran Rp10,4 miliar.
Kabupaten Malaka dengan jumlah anggaran sebesar Rp7,1 miliar dan Kabupaten Sumba Timur dengan alokasi anggaran sebesar Rp11,1 miliar.
Disusul Kabupaten Belu dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,4 miliar, Kabupaten Ngada dengan jumlah NPHDnya sebesar Rp6 miliar.
Kabupaten Sumba Barat dengan alokasi anggaran Rp5,9 miliar, Kabupaten Manggarai Barat dengan nilai Rp11 miliar dan Kabupaten Manggarai Rp7.1 miliar.
"Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Bawaslu pada semua daerah yang menyelenggarakan pilkada di NTT, sampai saat ini tidak ada kendala dalam proses pencairan anggaran pengawasan. Semua berjalan sesuai dengan mekanisme," kata Thomas Djawa kepada ANTARA di Kupang, Senin (6/7).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan proses pencairan anggaran untuk pengawasan pilkada serentak 2020, pada sembilan kabupaten di NTT.
Baca juga: NTT dapat tambahan Rp18,9 miliar untuk pilkada 2020
Baca juga: APD belum tersedia, verifikasi dukungan calon perseorangan di NTT tertunda
Bahkan menurut dia, sebagian besar anggaran pilkada yang sudah disepakati dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), sudah dicairkan.
Artinya, tidak ada hambatan. Semua berjalan sesuai dengan mekanisme dan tahapan pencairan anggaran yang telah disepakati," katanya.
Alokasi anggaran pengawasan yang tercantum dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), yang telah ditandatangani pemerintah dan Bawaslu pada sembilan kabupaten yakni Kabupaten Sabu Raijua dengan anggaran sebesar Rp5,5 miliar, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan anggaran Rp10,4 miliar.
Kabupaten Malaka dengan jumlah anggaran sebesar Rp7,1 miliar dan Kabupaten Sumba Timur dengan alokasi anggaran sebesar Rp11,1 miliar.
Disusul Kabupaten Belu dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,4 miliar, Kabupaten Ngada dengan jumlah NPHDnya sebesar Rp6 miliar.
Kabupaten Sumba Barat dengan alokasi anggaran Rp5,9 miliar, Kabupaten Manggarai Barat dengan nilai Rp11 miliar dan Kabupaten Manggarai Rp7.1 miliar.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB
Cerita bahagia dari Kupang-NTT: Saat loyalitas pelanggan dan outlet berbuah apresiasi
09 February 2026 14:12 WIB
KONI NTT diminta serius memperhatikan pembinaan cabang olahraga Olimpiade
08 February 2026 21:37 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Dirut Dana Syariah Indonesia Taufiq Aljufri sampaikan permintaan maaf usai jadi tersangka
09 February 2026 15:14 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB
Prabowo menyoroti prioritas keamanan hadapi geopolitik saat Rapim TNI-Polri
09 February 2026 15:09 WIB
Ketua MA: Hakim terjaring OTT KPK mencederai keluhuran harkat dan martabat
09 February 2026 13:53 WIB