BMKG : potensi gelombang 4-5 meter di perairan NTT
Selasa, 28 Juli 2020 7:48 WIB
Seorang bocah sedang menatap ke arah laut saat gelombang tinggi di perairan Teluk Kupang (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan operator pelayaran dan nelayan, untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 4-5 meter di sejumlah perairan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), selama beberapa hari ke depan.
"Gelombang tinggi ini dipicu oleh adanya perbedaan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dengan wilayah selatan Indonesia," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Senin (27/7).
"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 8 - 20 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Tenggara dengan
kecepatan 10 - 25 knot," katanya.
Menurut dia, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat dan Laut Arafuru bagian selatan.
Baca juga: BMKG: Empat titik panas muncul di wilayah NTT
Baca juga: BMKG sebut titik panas di NTT dan Lampung akibat kemarau
Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Dia mengatakan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombay dan perairan utara Kupang-Rote Ndao.
Selain itu, tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Kupang-Rote Ndao dan Samudera Hindia selatan Kupang hingga Rote.
Sementara tinggi gelombang 4,0 – 5,0 meter perpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu Raijua.
Dia mengharapkan operator pelayaran dan nelayan untuk memperhatikan risiko tinggi gelombang demi keselamatan pelayaran.
"Gelombang tinggi ini dipicu oleh adanya perbedaan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dengan wilayah selatan Indonesia," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Senin (27/7).
"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 8 - 20 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur - Tenggara dengan
kecepatan 10 - 25 knot," katanya.
Menurut dia, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat dan Laut Arafuru bagian selatan.
Baca juga: BMKG: Empat titik panas muncul di wilayah NTT
Baca juga: BMKG sebut titik panas di NTT dan Lampung akibat kemarau
Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Dia mengatakan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombay dan perairan utara Kupang-Rote Ndao.
Selain itu, tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Kupang-Rote Ndao dan Samudera Hindia selatan Kupang hingga Rote.
Sementara tinggi gelombang 4,0 – 5,0 meter perpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Sumba hingga Sabu Raijua.
Dia mengharapkan operator pelayaran dan nelayan untuk memperhatikan risiko tinggi gelombang demi keselamatan pelayaran.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
BMKG ajak masyarakat waspadai potensi gelombang tinggi 4 meter di perairan NTT
21 January 2026 11:55 WIB
BMKG: Waspadai gelombang tinggi 2,5 meter hingga 14 Januari 2026 di perairan NTT
10 January 2026 16:24 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB