Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pemerintah akan mengembangkan potensi rumput laut secara serius karena kualitas rumput laut di NTT termasuk yang berkualitas terbaik di dunia.

Demikian dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat kepada wartawan di Kupang, Jumat, (28/8).

Baca juga: Gubernur NTT ingatkan Kadis Perikanan: Jangan main-main lagi

Viktor mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah NTT dalam mendorong percepatan pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang belum dikelola secara maksimal di provinsi berbasis kepulauan ini.

"Rumput laut di NTT sangat bagus dan terbaik di dunia sehingga banyak diminati para pelaku usaha di luar negeri, namun saat ini belum dikelola secara baik sehingga hasiln ya juga belum maksimal," kata Viktor.

Dia mengatakan, kendati kualitas rumput laut berkualitas di dunia namun belum dikelola secara profesional oleh para petani karena terkendala teknologi sehingga hasilnya yang diperoleh belum banyak yang dieksport ke luar negeri.

Menurut dia, NTT akan melakukan panen rumput laut yang banyak dengan kualitas yang bagus mulai 2021, setelah usaha budi daya rumput laut menggunakan teknologi yang lebih memadai. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu (kanan) saat melakukan cofee morning dengan para wartawan di Kupang, Jumat (28/8/2020). (Antara/ Benny Jahang)
"Kami sudah mendapatkan pola pengembangan rumput laut yang bagus dengan hasil yang melimpah untuk diterapkan di NTT mulai tahun 2021," tegas Viktor.

Viktor menambahkan, teknologi yang digunakan itu mampu menjadikan NTT sebagai daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

Baca juga: Gubernur Laiskodat optimistis ekonomi NTT pulih pada triwulan III-2020

"Mimpi kami NTT akan menjadi daerah penghasil rumput laut terbesar karena teknologi yang digunakan sangat menguntungkan petani di NTT," tegas Viktor didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu. 
 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024