Pemkot Kupang diminta bangun hutan kota
Rabu, 7 Oktober 2020 13:38 WIB
Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore (posisi jongkok bagian kanan) saat melakukan penanaman pohon di ruas jalur 40 Kecamatan Maulafa beberapa waktu lalu. (Antara/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur diminta memperbanyak membangun hutan kota guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah perkotaan.
Pakar lahan kering pada Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacana (UKW) Kupang, Zeth Malelak kepada wartawan di Kupang, Rabu, (7/10) .mengatakan pembangunan hutan kota sangat penting sehingga program Gerakan Kupang Hijau (GKH) berupa penanaman pohon yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Kota Kupang berlangsung dengan sukses.
Baca juga: Gubernur Laiskodat apresiasi pembangunan di Kota Kupang
Menurut dia, membangun hutan kota sangat berat namun perlu dilakukan guna menjaga lingkungan perkotaan di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini tetap nyaman.
"Program ini harus jalan karena tingkat kelembaban di Kota Kupangi terus menurun,tetap menanam pohon dengan tanaman hutan, tapi tingkat kerapatannya lebih diperkecil lagi," katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang meningkatkan anggaran dan memperkuat jajaran yang bekerja dan menambah sosialisasi kepada semua orang tentang pentingnya pembangunan hutan kota.
"Anggaran di lahan kering memang mahal karena perawatan pohon pada lahan kering sangat berat dan berlangsung waktu yang lama.
Baca juga: Pemkot Kupang diminta perbanyak menanam pohon
Zeth Malelak mengapresiasi terhadap Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang tidak pernah lelah memberikan motifasi kepada masyarakat untuk menanam pohon guna menghijaukan kawasan Kota Kupang.
"Kami bangga karena pak wali kota terus mendorong masyarakat tanpa bosan-bosan menyampaikan tentang pentingnya menanam pohon yang banyak untuk menghijaukan kawasan Kota Kupang," katanya.
Pakar lahan kering pada Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacana (UKW) Kupang, Zeth Malelak kepada wartawan di Kupang, Rabu, (7/10) .mengatakan pembangunan hutan kota sangat penting sehingga program Gerakan Kupang Hijau (GKH) berupa penanaman pohon yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Kota Kupang berlangsung dengan sukses.
Baca juga: Gubernur Laiskodat apresiasi pembangunan di Kota Kupang
Menurut dia, membangun hutan kota sangat berat namun perlu dilakukan guna menjaga lingkungan perkotaan di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini tetap nyaman.
"Program ini harus jalan karena tingkat kelembaban di Kota Kupangi terus menurun,tetap menanam pohon dengan tanaman hutan, tapi tingkat kerapatannya lebih diperkecil lagi," katanya.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang meningkatkan anggaran dan memperkuat jajaran yang bekerja dan menambah sosialisasi kepada semua orang tentang pentingnya pembangunan hutan kota.
"Anggaran di lahan kering memang mahal karena perawatan pohon pada lahan kering sangat berat dan berlangsung waktu yang lama.
Baca juga: Pemkot Kupang diminta perbanyak menanam pohon
Zeth Malelak mengapresiasi terhadap Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore yang tidak pernah lelah memberikan motifasi kepada masyarakat untuk menanam pohon guna menghijaukan kawasan Kota Kupang.
"Kami bangga karena pak wali kota terus mendorong masyarakat tanpa bosan-bosan menyampaikan tentang pentingnya menanam pohon yang banyak untuk menghijaukan kawasan Kota Kupang," katanya.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sidang kode etik Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik akan digelar Kamis depan
16 February 2026 7:42 WIB
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota di Indonesia
14 February 2026 8:33 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB