Kefamenanu (Antara NTT) - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Districk Oecusse, Timor Leste, mengembangkan potensi Pacuan Kuda Tradisional di Kecamatan Wini untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Mengingat atraksi ini semakin digemari oleh masyarakat dan mereka yang hobby dengan balap Kuda maka kami terus mengembangkan balap kuda ini sebagai acara tahunan agar dapat menarik banyak wisatawan ke daerah ini," kata Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandes kepada wartawan di Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Minggu.

Ia mengatakan atraksi balap kuda yang dilakukan di Wini--daerah Indonesia yang berbatasan dengan wilayah kantung (enclave) Timor Leste, Oecusse--itu diikuti oleh hampir semua pencinta balap kuda dari seluruh Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, para pecinta kuda juga datang dari Manado, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat serta dari negara tetangga Timor Leste.

Kegiatan tahunan yang sudah dicetuskan oleh Pemda TTU sendiri selain menjadi daya tarik dan hiburan bagi masyarakat di wilayah perbatasan, juga dapat membantu mempromosikan kawasan wisata kawasan perbatasan itu.

"Even pacuan kuda ini sudah berlansung selama 14 tahun dan semakin banyak peminatnya. Oleh karena itu kami juga tengah berusaha memperindah dan memperbaiki lintasan pacuan agar lebih bagus dan aman saat para joki bertanding dengan kuda-kudanya," tuturnya.

Oleh karena itu, Bupati dua periode itu tengah mengusulkan kepada PT Hutama Karya untuk membantu memperindah dan memperbaiki kawasan lintasan serta pintu masuk pacuan kuda di Tanjung Bastian tersebut.

Pantauan Antara saat berlangsungnya pacuan tersebut, banyak pedagang yang berjualan di kawasan itu. Pacuan kuda itu juga digelar di pinggir pantai sehingga terkesan indah pemandangan alamnya, selain menyaksikan balapan kuda tetapi juga bisa digunakan berwisata ke pesisir pantai.

Selanjutnya Bupati Raymundus juga mengatakan bahwa even pacuan kuda tersebut boleh diikuti oleh siapa saja yang mempunyai kuda.

"Artinya bahwa tidak hanya orang yang berduit saja yang ikut. Tetapi masyarakat kecil juga bisa ikut untuk meramaikan even itu," tuturnya.

Sebab menurutnya, kegiatan itu digelar untuk masyarakat di kabupaten itu sebagai sebuah hiburan dan juga sebagai bagian meningkatkan kunjungan wisatawan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kawasan Tanjung Bastian khususnya di tengah lokasi pacuan tengah dibangun sebuah lahan untuk Road Race bagi motor cross karena banyak peminat, tidak hanya dari masyarakat di Pulau Timor tetapi negara tetangga Timor Leste juga menginginkannya.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026