Pemprov apresiasi Wings Air hentikan penerbangan selama liburan
Sabtu, 8 Mei 2021 4:49 WIB
Pesawat Wings Air diparkir di Bandara Udara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai berhenti beroperasi selama masa liburan Idul Fitri 2021 guna mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengapresiasi kebijakan managemen Wings Air yang menghentikan penerbangan sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah melarang warga daerah ini melakukan perjalanan keluar kota selama liburan Lebaran guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Pemerintah NTT berterima kasih dan mengapresiasi terhadap Wings Air yang menghentikan penerbangan ke sejumlah daerah di NTT selama masa liburan berlangsung," kata Kepala Biro Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi ANTARA di Kupang, Jumat, (7/5).
Ia mengatakan penghentian penerbangan dilakukan Wings Air sebagai suatu langkah yang tepat untuk membantu Pemprov NTT dalam mengendalikan penyebaran kasus COVID-19.
Marius Ardu Jelamu mengatakan pengendalian penyebaran COVID-19 selama masa liburan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi semua pihak, dalam rangka pengendalian penyebaran COVID-19 yang masih terus meningkat di daerah ini.
"Kebijakan dilakukan Wings Air sangat tepat karena dengan mobilitas warga melalui penerbangan udara termasuk tinggi di NTT, sehingga perlu dilakukan pembatasan operasi penerbangan agar penularan COVID-19 selama masa liburan ini dapat dikendalikan," katanya.
Menurut dia, kebijakan Wings Air perlu diikuti maskapai penerbangan lain yang beroperasi di provinsi berbasis kepulauan ini.
Kepala Bandara Udara Frans Sales Lega Ruteng, Kabupaten Manggarai, Punto Widaksono. mengatakan selama 14 hari, Kamis (6/5) tidak ada penerbangan reguler yang masuk bandara itu.
"Kami sudah mendapat pemberitahuan dari Wings Air melalui pihak Lion Air bahwa selama 14 hari ke depan tidak ada penerbangan ke daerah itu," kata dia.
Baca juga: Penerbangan ke el tari dihentikan sementara seiring larangan mudik
Baca juga: Bandara El Tari kupang kurangi jam operasional selama larangan mudik
"Pemerintah NTT berterima kasih dan mengapresiasi terhadap Wings Air yang menghentikan penerbangan ke sejumlah daerah di NTT selama masa liburan berlangsung," kata Kepala Biro Humas Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu ketika dihubungi ANTARA di Kupang, Jumat, (7/5).
Ia mengatakan penghentian penerbangan dilakukan Wings Air sebagai suatu langkah yang tepat untuk membantu Pemprov NTT dalam mengendalikan penyebaran kasus COVID-19.
Marius Ardu Jelamu mengatakan pengendalian penyebaran COVID-19 selama masa liburan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi semua pihak, dalam rangka pengendalian penyebaran COVID-19 yang masih terus meningkat di daerah ini.
"Kebijakan dilakukan Wings Air sangat tepat karena dengan mobilitas warga melalui penerbangan udara termasuk tinggi di NTT, sehingga perlu dilakukan pembatasan operasi penerbangan agar penularan COVID-19 selama masa liburan ini dapat dikendalikan," katanya.
Menurut dia, kebijakan Wings Air perlu diikuti maskapai penerbangan lain yang beroperasi di provinsi berbasis kepulauan ini.
Kepala Bandara Udara Frans Sales Lega Ruteng, Kabupaten Manggarai, Punto Widaksono. mengatakan selama 14 hari, Kamis (6/5) tidak ada penerbangan reguler yang masuk bandara itu.
"Kami sudah mendapat pemberitahuan dari Wings Air melalui pihak Lion Air bahwa selama 14 hari ke depan tidak ada penerbangan ke daerah itu," kata dia.
Baca juga: Penerbangan ke el tari dihentikan sementara seiring larangan mudik
Baca juga: Bandara El Tari kupang kurangi jam operasional selama larangan mudik
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI kecam arogansi oknum terhadap wartawan yang meliput MBG di Lombok Timur
15 January 2025 14:00 WIB, 2025
Komisi I DPR-RI minta SKB pembatasan internet-ponsel untuk anak diterbitkan
06 December 2024 15:33 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BI: Utang luar negeri Indonesia pada Februari 2026 naik jadi 437,9 miliar dolar AS
15 April 2026 15:07 WIB