Kupang (AntaraNews NTT) - Calon Bupati Kupang Hendrik Paut  dan pasangannya Aljeri Monas (Harmoni) akan memprioritaskan program guru masuk desa guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pedalaman dan perbatasan dengan Oecuse, Timor Leste.

"Program guru masuk desa ini akan menjadi program unggulan kami dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kupang khususnya wilayah pedalaman yang mengalami kekurangan guru seperti di kawasan perbatasan dengan Timor Leste," kata Hendrik dalam kampanye dialogis di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu.

Ia mengatakan, gerakan guru masuk desa itu dilakukan untuk kepentingan pemerataan guru serta membantu memenuhi kekurangan guru di sekolah-sekolah kawasan pedalaman.

"Salah satu kendala dalam pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Kupang adalah tenaga pendidik. Banyak sekolah di pedalaman kekurangan guru, sehingga harus segera diatasi. Kami akan rekrut tenaga guru dalam program guru masuk desa untuk ditugaskan di pedalaman," kata Hendrik di hadapan ratusan warga itu.

Menurut mantan Sekda Kabupaten Kupang itu, tenaga guru yang ditugaskan di desa-desa pedalaman merupakan warga desa dengan kualifikasi sarjana pendidikan.

"Biarkan warga desa sendiri yang menjadi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi di daerah itu sehingga memiliki tangung jawab dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya," kata Hendrik.

Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Kupang akan memberikan honor kepada guru-guru yang bertugas di kawasan pedalaman ini sesuai standar upah minimum regional (UMR) Provinsi NTT sebesar Rp1,7 juta yang akan dialokasikan dari APBD II Kabupaten Kupang.

"Kami akan memberikan pendapatan sesuai UMR di NTT, sehingga para guru bekerja secara profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini," kata Hendrik.