Ruteng (ANTARA) - Dua korban yang hilang akibat bencana banjir bandang di Kampung Wae Sugi-Malapedho, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada Jumat malam masih dalam proses pencarian.

"Mereka itu sepasang suami istri. Ibu itu sedang hamil tujuh bulan," kata Kepala Desa Inerie Benediktus Milo ketika dihubungi dari Ruteng, Sabtu, (4/8).

Dia mengatakan, aparat dan warga desa sedang melakukan pencarian terhadap pasangan suami istri yang hilang diterjang banjir semalam. Proses pencarian dilakukan bersama TNI/Polri dan BPBD Ngada. Pencarian berlangsung di sekitar rumah korban hingga pantai yang berjarak lebih kurang 50 meter.

Selain dua korban hilang, dia menambahkan, banjir bandang juga mengakibatkan seorang anak kecil perempuan berumur 4 tahun meninggal dunia. Sedangkan anak laki-laki yang merupakan kakak dari korban meninggal mengalami kaki patah. Satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Dia menceritakan, banjir bandang terjadi karena hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 20.00 WITA. Sekiranya lima rumah rusak total akibat banjir pada pukul 22.00 Wita.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT Ambrosius Kodo yang dihubungi secara terpisah mengatakan BPBD Ngada telah turun ke lokasi sejak malam tadi.

Saat ini mereka akan melakukan pembuatan jalan alternatif karena jalan menuju pusat kecamatan putus. Mereka akan terus melanjutkan proses pencarian korban yang hilang.

"Kami sudah koordinasi dengan Kepala Kantor SAR Maumere untuk membantu mencari korban yang belum ditemukan. Gubernur NTT sudah mengarahkan untuk membantu korban terdampak," ujarnya.

Baca juga: Lima rumah di Kabupaten Ngada tertimbun longsor

Baca juga: Pelestarian bambu di Flores libatkan 196 perempuan
 

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024