Pemkot Kupang akan ambil alih pengelolaan Tilong
Selasa, 6 Maret 2018 22:56 WIB
Bendungan Tilong di wilayah Kabupaten Kupang yang rencananya akan diambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah Kota Kupang. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Pemerintah Kota Kupang akan mengambil alih pengelolaan Bendungan Tilong di wilayah Kabupaten Kupang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
"Kekurangan air bersih masih menjadi persoalan serius yang belum teratasi di Kota Kupang, sehingga pemerintah sedang berupaya untuk mengambil alih pengelolaan bendungan tersebut," kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man di Kupang, Selasa.
Herman mengatakan, pemerintah Kota Kupang tidak terlalu berharap lagi dengan pembangunan Bendungan Kolhua yang terus dipolemikan warga, sehingga perlu mencari alternatif lain dalam mengatasi kesulitan air bersih yang terus mendera warga Kota Kupang ketika musim kemarau tiba..
"Kita tidak bisa berharap pada Bendungan Kolhua, kita harus mencari alternatif lain yaitu mengambil alih pengelolaan Bendungan Tilong di wilayah Kabupaten Kupang," kata Herman menegaskan.
Upaya pengambil alihan pengelolaan bendungan Tilong yang selama ini dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sistem penyediaan air mimum (SPAM) NTT, melalui diskusi dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan pemerintah pusat.
"Sejak bulan Februari 2018 diskusi pengambil alihan Bendungan Tilong sudah dibahas di Sekretariat Presiden. Kita tunggu saja hasilnya. Wali Kota Kupang terus memperjuangkan hal itu demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang," ujarnya.
Ia mengatakan, apabila pengelolaan bendungan Tilong diserahkan kepada pemerintah Kota Kupang, maka pengoperasian Bendungan Tilong berlangsung 6 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang.
Ditambahkan Herman, Kota Kupang telah memiliki bak penampung air yang tersebar di berbagai kelurahan yang dapat difungsikan sebagai tempat penampungan air yang bersumber dari Bendungan Tilong sebelum didistribusikan kepada para pelanggan.
"Kita berharap sebelum Pak Frans Lebu Raya mengakhiri jabata keduanya sebagai Gubernur NTT pada Juli 2018, bisa menyerahkan pengelolaan Bendungan Tilong kepada pemerintah Kota Kupang," kata Herman berharap.
"Kekurangan air bersih masih menjadi persoalan serius yang belum teratasi di Kota Kupang, sehingga pemerintah sedang berupaya untuk mengambil alih pengelolaan bendungan tersebut," kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man di Kupang, Selasa.
Herman mengatakan, pemerintah Kota Kupang tidak terlalu berharap lagi dengan pembangunan Bendungan Kolhua yang terus dipolemikan warga, sehingga perlu mencari alternatif lain dalam mengatasi kesulitan air bersih yang terus mendera warga Kota Kupang ketika musim kemarau tiba..
"Kita tidak bisa berharap pada Bendungan Kolhua, kita harus mencari alternatif lain yaitu mengambil alih pengelolaan Bendungan Tilong di wilayah Kabupaten Kupang," kata Herman menegaskan.
Upaya pengambil alihan pengelolaan bendungan Tilong yang selama ini dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sistem penyediaan air mimum (SPAM) NTT, melalui diskusi dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan pemerintah pusat.
"Sejak bulan Februari 2018 diskusi pengambil alihan Bendungan Tilong sudah dibahas di Sekretariat Presiden. Kita tunggu saja hasilnya. Wali Kota Kupang terus memperjuangkan hal itu demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang," ujarnya.
Ia mengatakan, apabila pengelolaan bendungan Tilong diserahkan kepada pemerintah Kota Kupang, maka pengoperasian Bendungan Tilong berlangsung 6 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang.
Ditambahkan Herman, Kota Kupang telah memiliki bak penampung air yang tersebar di berbagai kelurahan yang dapat difungsikan sebagai tempat penampungan air yang bersumber dari Bendungan Tilong sebelum didistribusikan kepada para pelanggan.
"Kita berharap sebelum Pak Frans Lebu Raya mengakhiri jabata keduanya sebagai Gubernur NTT pada Juli 2018, bisa menyerahkan pengelolaan Bendungan Tilong kepada pemerintah Kota Kupang," kata Herman berharap.
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Artikel - Dukungan irigasi bagi keberlanjutan pertanian di Kabupaten Kupang
10 June 2024 13:30 WIB, 2024
Saluran utama bendungan Tilong yang rusak akibat Seroja masih diperbaiki
17 May 2021 12:06 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB