BLUD-SPAM NTT jamin distribusi air minum masih aman

id TILONG

BLUD-SPAM NTT jamin distribusi air minum masih aman

Debit air di Bendungan Tilong dilaporkan mengalami penurunan sekitar 30 persen, namun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Kupang. (ANTARA Foto/Benny Jahang)

"Distribusi air untuk kebutuhan warga, kami jamin masih aman meskipun debit air di Bendungan Tilong mengalami penurunan hingga 30 persen," kata Eras Jogo.
Kupang (AntaraNews NTT) - Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Nusa Tenggara Timur menjamin distribusi air bersih untuk masyarakat Kota Kupang masih tetap aman sekalipun debit air di Bendungan Tilong mengalami penurunan hingga 30 persen.

"Distribusi air untuk kebutuhan warga, kami jamin masih aman meskipun debit air di Bendungan Tilong mengalami penurunan hingga 30 persen," kata Humas BLUD-SPAM NTT Eras Jogo ketika dihubungi Antara di Kupang, Selasa (30/10).

Eras mengatakan, distribusi air baku dari Bendungan Tilong, Kabupaten Kupang mencapai 150 liter/detik sehingga sangat mencukupi kebutuhan rumah tangga warga di ibu kota provinsi NTT itu.

Menurut dia, kondisi air di Bendungan Tilong saat ini mengalami penuruan drastis seperti terjadi pada tahun 2016, namun masih bisa disiasati untuk melayani kebutuhan warga Kota Kupang.

Ia mengatakan, kapasitas air bersih dari Bendungan Tilong sebesar 150 liter/detik, diproritaskan khusus untuk melayani kebutuhan air minum bagi 103.680 jiwa atau sekitar 17.281 rumah tangga yang ada di Kota Kupang.

"Sementara ini distribusi air bersih untuk masyarakat Kota Kupang masih aman karena air baku di Bendungan Tilong masih sekitar 70 persen," katanya.

Baca juga: Penurunan debit air mencapai 30 persen
Baca juga: Pasokan air dari Bendungan Tilong melemah


Ia mengatakan, kebutuhan air bersih untuk Kota Kupang setiap bulan mencapai 65.000 M3/bulan atau setara 4 juta kubik/tahun.

Menurut dia, kondisi air Bendungan Tilong saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan pertanian karena debitnya menurun drastis.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar