Inggris bersikeras bela kesepakatan keamanan dengan Australia dan AS
Minggu, 19 September 2021 20:05 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss di London, 17 September 2021. (ANTARA/Reuters)
London (ANTARA) - Inggris bersikeras mempertahankan kepentingannya melalui kerja sama keamanan baru dengan Australia dan Amerika Serikat.
"Ini lebih dari sekadar kebijakan luar negeri yang abstrak," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss seperti dikutip surat kabar Sunday Telegraph pada Minggu, (19/9).
Menurut Truss, kerja sama itu menyampaikan pesan kepada masyarakat Inggris tentang kemitraan dengan negara-negara sehaluan untuk membangun koalisi berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama.
Dia mengatakan Inggris akan bekerja lebih erat dengan para mitranya untuk menggunakan berbagai teknologi mutakhir, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir hingga kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.
"Ini menunjukkan kesiapan kami untuk bersikap 'keras kepala' dalam membela kepentingan kami serta menantang praktik-praktik tidak adil dan tindakan fitnah," ujar Truss.
Dia mengatakan kesepakatan dengan Australia dan AS juga menunjukkan komitmen Inggris terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam kesepakatan tiga negara itu, AS dan Inggris akan memberi Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir.
Baca juga: Indonesia prihatin keputusan Australia miliki kapal selam nuklir
Kesepakatan tersebut telah memicu kemarahan Prancis, karena Australia membatalkan pesanan kapal selam konvensional senilai puluhan miliar dolar.
Baca juga: AS bantu Australia teknologi kapal selam nuklir untuk imbangi China
Pada Jumat (17/9), Prancis menarik duta besarnya dari AS dan Australia dengan alasan "keseriusan luar biasa" dalam masalah tersebut. (Antara/Reuters)
"Ini lebih dari sekadar kebijakan luar negeri yang abstrak," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss seperti dikutip surat kabar Sunday Telegraph pada Minggu, (19/9).
Menurut Truss, kerja sama itu menyampaikan pesan kepada masyarakat Inggris tentang kemitraan dengan negara-negara sehaluan untuk membangun koalisi berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama.
Dia mengatakan Inggris akan bekerja lebih erat dengan para mitranya untuk menggunakan berbagai teknologi mutakhir, mulai dari kapal selam bertenaga nuklir hingga kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.
"Ini menunjukkan kesiapan kami untuk bersikap 'keras kepala' dalam membela kepentingan kami serta menantang praktik-praktik tidak adil dan tindakan fitnah," ujar Truss.
Dia mengatakan kesepakatan dengan Australia dan AS juga menunjukkan komitmen Inggris terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam kesepakatan tiga negara itu, AS dan Inggris akan memberi Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir.
Baca juga: Indonesia prihatin keputusan Australia miliki kapal selam nuklir
Kesepakatan tersebut telah memicu kemarahan Prancis, karena Australia membatalkan pesanan kapal selam konvensional senilai puluhan miliar dolar.
Baca juga: AS bantu Australia teknologi kapal selam nuklir untuk imbangi China
Pada Jumat (17/9), Prancis menarik duta besarnya dari AS dan Australia dengan alasan "keseriusan luar biasa" dalam masalah tersebut. (Antara/Reuters)
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda NTT dan Kedubes Australia bahas penguatan TPPO dan People Smuggling
26 November 2025 20:06 WIB
Pemerintah Australia nilai NTT membutuhkan dukungan peningkatan pendidikan
15 October 2025 11:50 WIB
Dua pelaku pencurian barang milik WNA terancam hukuman tujuh tahun penjara
09 September 2025 18:23 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB