Siklon Marcus picu gelombang tinggi di NTT
Jumat, 23 Maret 2018 11:13 WIB
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo (ANTARA Foto/Bernadus Tokan).
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Ota Welly Jenni Thalo mengatakan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur saat ini akibat dipicu oleh siklon tropis Marcus.
"Posisi siklon tropis Marcus memang sudah jauh dari NTT, tetapi arusnya masih kuat sehingga berpengaruh terhadap tinggi gelombang di wilayah perairan NTT," kata Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Jumat (23/3).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan faktor penyebab terjadinya tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur selama sepekan terakhir.
Baca juga: Gelombang tujuh meter berpotensi di perairan NTT
Baca juga: Hati-hati berlayar, tinggi gelombang mencapai 5 meter
Berdasarkan laporan BMKG, saat ini gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang 3.0 meter terjadi di Selat Sumba, dan perairan selatan Pulau Sumba serta gelombang setinggi 2,5 meter terjadi di Selat Sape, Laut Sawu, dan Laut Timor di selatan NTT.
Sementara potensi gelombang tinggi 2.0 meter terjadi di wilayah perairan laut selatan Kupang dan Pulau Rote. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 24 Maret 2018. Saat ini terdapat siklon tropis Marcus di Samudera Hindia, serta pusat tekanan rendah (Low) di laut Arafura.
Selain adanya konvergensi di pesisir barat daya Lampung hingga Jawa Barat dan Kepulaun Aru serta daerah belokan angin di wilayah Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara yang membawa dampak buruk di wilayah perairan.
Baca juga: NTT Dihantam Gelombang dan Angin Kecang Gelombang laut yang ganas
"Posisi siklon tropis Marcus memang sudah jauh dari NTT, tetapi arusnya masih kuat sehingga berpengaruh terhadap tinggi gelombang di wilayah perairan NTT," kata Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Jumat (23/3).
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan faktor penyebab terjadinya tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur selama sepekan terakhir.
Baca juga: Gelombang tujuh meter berpotensi di perairan NTT
Baca juga: Hati-hati berlayar, tinggi gelombang mencapai 5 meter
Berdasarkan laporan BMKG, saat ini gelombang setinggi 3,5 meter terjadi di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang 3.0 meter terjadi di Selat Sumba, dan perairan selatan Pulau Sumba serta gelombang setinggi 2,5 meter terjadi di Selat Sape, Laut Sawu, dan Laut Timor di selatan NTT.
Sementara potensi gelombang tinggi 2.0 meter terjadi di wilayah perairan laut selatan Kupang dan Pulau Rote. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 24 Maret 2018. Saat ini terdapat siklon tropis Marcus di Samudera Hindia, serta pusat tekanan rendah (Low) di laut Arafura.
Selain adanya konvergensi di pesisir barat daya Lampung hingga Jawa Barat dan Kepulaun Aru serta daerah belokan angin di wilayah Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara yang membawa dampak buruk di wilayah perairan.
Baca juga: NTT Dihantam Gelombang dan Angin Kecang Gelombang laut yang ganas
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah kota di Indonesia
14 February 2026 8:33 WIB
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemenag mempercepat implementasi wajib halal di Kabupaten Sumba Timur NTT
11 February 2026 13:59 WIB
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB