Emas terdongkrak 5,4 dolar
Kamis, 28 Oktober 2021 6:18 WIB
emas batangan
Chicago (ANTARA) - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih lemah, namun selera risiko yang kuat di pasar ekuitas menahan kenaikan emas lebih lanjut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,4 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 1.798,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (26/10/2021), emas berjangka merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS.
Emas berjangka bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.806,80 dolar AS pada Senin (25/10/2021), setelah melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS pada Jumat (22/10/2021), dan melemah 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS pada Kamis (21/10/2021).
"Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tapi saya pikir pada akhirnya pengetatan kebijakan dan kekhawatiran inflasi akan positif untuk logam emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.
"Laporan keuangan perusahaan-perusahaan cukup mengesankan, dan itu mengejutkan banyak orang... Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang mengurangi permintaan akan tempat berlindung yang aman saat ini."
Selera terhadap aset-aset berisiko tetap kuat setelah laporan keuangan kuartalan yang kuat dari pemilik Google, Alphabet Inc dan Microsoft Corp mengangkat Nasdaq.
Membantu emas, indeks dolar turun 0,2 persen terhadap para pesaingnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan tergelincir di bawah 1,6 persen ke level terendah hampir dua minggu, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang jadwal waktu pengurangan pembelian aset.
ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah dan membiarkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.
Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.
Meningkatnya permintaan emas fisik China juga mendukung emas, menurut MarketWatch, sebuah situs web yang menyediakan informasi keuangan, berita bisnis, analisis, dan data pasar saham.
Emas mendapat dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (27/10/2021) bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,4 persen menjadi 261,3 miliar dolar AS yang disesuaikan secara musiman pada September dibandingkan dengan Agustus.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,3 sen atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 24,191 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 13,6 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 1.019,3 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas tergelincir terseret menguatnya dolar
Baca juga: Emas menguat ditopang melemahnya imbal hasil AS
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,4 dolar AS atau 0,3 persen, menjadi ditutup pada 1.798,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (26/10/2021), emas berjangka merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS.
Emas berjangka bertambah 10,5 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.806,80 dolar AS pada Senin (25/10/2021), setelah melonjak 14,4 dolar AS atau 0,81 persen menjadi 1.796,30 dolar AS pada Jumat (22/10/2021), dan melemah 3 dolar AS atau 0,17 persen menjadi 1,781,90 dolar AS pada Kamis (21/10/2021).
"Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tapi saya pikir pada akhirnya pengetatan kebijakan dan kekhawatiran inflasi akan positif untuk logam emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.
"Laporan keuangan perusahaan-perusahaan cukup mengesankan, dan itu mengejutkan banyak orang... Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang mengurangi permintaan akan tempat berlindung yang aman saat ini."
Selera terhadap aset-aset berisiko tetap kuat setelah laporan keuangan kuartalan yang kuat dari pemilik Google, Alphabet Inc dan Microsoft Corp mengangkat Nasdaq.
Membantu emas, indeks dolar turun 0,2 persen terhadap para pesaingnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan tergelincir di bawah 1,6 persen ke level terendah hampir dua minggu, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang jadwal waktu pengurangan pembelian aset.
ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah dan membiarkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.
Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.
Meningkatnya permintaan emas fisik China juga mendukung emas, menurut MarketWatch, sebuah situs web yang menyediakan informasi keuangan, berita bisnis, analisis, dan data pasar saham.
Emas mendapat dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (27/10/2021) bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,4 persen menjadi 261,3 miliar dolar AS yang disesuaikan secara musiman pada September dibandingkan dengan Agustus.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,3 sen atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 24,191 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 13,6 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 1.019,3 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas tergelincir terseret menguatnya dolar
Baca juga: Emas menguat ditopang melemahnya imbal hasil AS
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB