Kupang (ANTARA) - Komunitas pencinta bonsai Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kontes dan pameran tanaman bonsai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021.

"Kami mengapresiasi terhadap semangat anggota komunitas bonsai Kupang yang berinisiatif menggelar kegiatan pameran dan kontes bonsai ini," kata Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat di Kupang, Sabtu, (30/10).

Pameran dan kontes bonsai yang berlangsung 28-30 Oktober 2021 diikuti 50 orang peserta itu dapat terlaksana atas dukungan Dekranasda Provinsi NTT.

Menurut Julie Sutrisno Laiskodat pameran bonsai yang mengusung tema " NTT Dalam Pesona 1000 Bonsai" sebagai bentuk dukungan masyarakat NTT terhadap pelestarian tanaman bonsai di NTT.

"NTT kaya akan tanaman bonsai yang sangat indah sehingga upaya pelestarian tanaman bonsai yang harganya sangat mahal harus dilakukan di daerah ini," kata Julie Sutrisno Laiskodat.

Ia menjelaskan melalui pengembangan usaha tanaman bonsai juga untuk menggairahkan ekonomi rakyat NTT.

"Apalagi tanaman bonsai yang ikut dalam pameran ini merupakan bonsai lokal NTT yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, sehingga tentu menjadi pendorong dan semangat bagi warga NTT dalam menggerakkan ekonomi," kata Julie Sutrisno Laiskodat. Tanaman bonsai lokal NTT dipamerkan di Kota Kupang, Kamis-Sabtu (28-30/10)
Ketua Komunitas Bonsai Kota Kupang, Kristoforus Puan Wawin, menyampaikan apresiasi terhadap Dekranasda NTT karena menggandeng komunitas bonsai sebagai partner untuk mengelar pameran Pesona 1000 Bonsai pada 2021.

Ia mengatakan, tanaman bonsai yang dipamerkan itu memiliki harga bervariatif mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Menurut dia, tanaman bonsai yang paling mahal yang ikut dipamerkan pada tahun 2021 ini tanaman bonsai jenis Anting Putri yang pernah diikutsertakan dalam kontes bonsai tingkat nasional di Jakarta.

Baca juga: Dekranasda NTT gelar pelatihan pembuatan 1.000 topi Ti'i Langga

Baca juga: Dekranasda NTT apresiasi kaum milenial jadi pelaku UMKM
 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024