Emas tergelincir, daya tariknya tertekan dolar AS
Senin, 1 November 2021 9:10 WIB
Dokumentasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/am.
Bengaluru (ANTARA) - Harga emas turun tipis di perdagangan sesi Asia pada Senin pagi, memperpanjang kerugian sesi sebelumnya, tertekan penguatan dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan lain dalam inflasi memicu spekulasi atas Federal Reserve akan memperketat kebijakannya lebih cepat.
Di pasar spot emas melemah 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.781,78 dolar AS per ounce pada pukul 00.44 GMT, setelah tergelincir ke level terendah lebih dari satu minggu pada Jumat (29/10/2021). Emas berjangka AS juga merosot 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.782,80 dolar AS per ounce.
Dolar AS stabil mendekati level tertinggi sejak 13 Oktober yang dicapai pada Jumat (29/10), membuat emas kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Data yang dirilis pada Jumat (29/10) menunjukkan juri masih tidak setuju dengan klaim Fed bahwa lonjakan harga-harga saat ini bersifat sementara dan akan moderat seiring waktu, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik bulan lalu melanjutkan laju inflasi pada tingkat yang tidak terlihat dalam 30 tahun.
Pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve akan berakhir pada Rabu (3/11).
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Namun, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga untuk memerangi tekanan inflasi tersebut cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa suku bunga.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Jumat (29/10) bahwa dia masih melihat inflasi sebagai akibat sementara dari kemacetan rantai pasokan yang parah, dan memperkirakan inflasi akan normal pada tahun 2022.
Ekonomi zona euro telah berkembang pesat selama musim panas dengan survei Bank Sentral Eropa (ECB) pada Jumat (29/10) menunjukkan pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 4,5 persen pada tahun 2022, tetapi inflasi juga melampaui ekspektasi, membuat ECB makin pusing untuk merumuskan kebijakannya.
Emas fisik dijual dengan harga premium di India minggu lalu karena konsumen berbondong-bondong ke pengecer menjelang festival besar, sementara premi di konsumen teratas China turun.
Logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 23,81 dolar AS per ounce. Platinum naik 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 1.023,03 dolar AS per ounce, sementara paladium turun 0,3 persen menjadi 1.996,90 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas anjlok ke terendah satu minggui
Baca juga: Emas naik 3,8 dolar, setelah greenback jatuh
Di pasar spot emas melemah 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.781,78 dolar AS per ounce pada pukul 00.44 GMT, setelah tergelincir ke level terendah lebih dari satu minggu pada Jumat (29/10/2021). Emas berjangka AS juga merosot 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.782,80 dolar AS per ounce.
Dolar AS stabil mendekati level tertinggi sejak 13 Oktober yang dicapai pada Jumat (29/10), membuat emas kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Data yang dirilis pada Jumat (29/10) menunjukkan juri masih tidak setuju dengan klaim Fed bahwa lonjakan harga-harga saat ini bersifat sementara dan akan moderat seiring waktu, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik bulan lalu melanjutkan laju inflasi pada tingkat yang tidak terlihat dalam 30 tahun.
Pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve akan berakhir pada Rabu (3/11).
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi. Namun, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga untuk memerangi tekanan inflasi tersebut cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa suku bunga.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Jumat (29/10) bahwa dia masih melihat inflasi sebagai akibat sementara dari kemacetan rantai pasokan yang parah, dan memperkirakan inflasi akan normal pada tahun 2022.
Ekonomi zona euro telah berkembang pesat selama musim panas dengan survei Bank Sentral Eropa (ECB) pada Jumat (29/10) menunjukkan pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 4,5 persen pada tahun 2022, tetapi inflasi juga melampaui ekspektasi, membuat ECB makin pusing untuk merumuskan kebijakannya.
Emas fisik dijual dengan harga premium di India minggu lalu karena konsumen berbondong-bondong ke pengecer menjelang festival besar, sementara premi di konsumen teratas China turun.
Logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 23,81 dolar AS per ounce. Platinum naik 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 1.023,03 dolar AS per ounce, sementara paladium turun 0,3 persen menjadi 1.996,90 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas anjlok ke terendah satu minggui
Baca juga: Emas naik 3,8 dolar, setelah greenback jatuh
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB