Emas naik tipis karena dolar melemah
Kamis, 9 Desember 2021 6:25 WIB
Dokumentasi - Harga emas telah melonjak ke rekor tertinggi, dengan investor bergegas mencari tempat yang aman untuk memarkir uang mereka karena kekhawatiran tumbuh tentang kebangkitan virus corona dan dampaknya terhadap ekonomi global. ANTARA/ANDBZ/ABACA via Reuters Connect/pri. (ANDBZ/ABACA via Reuters Connect/ANDBZ/ABACA)
Chicago (ANTARA) - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena pelemahan dolar mengimbangi imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat, ketika para investor menyesuaikan posisi mereka menjelang data harga konsumen AS akhir pekan ini.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 0,8 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 1,785,50 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (7/12/2021), emas berjangka terkerek 5,2 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.784,70 dolar AS.
Emas berjangka merosot 4,4 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.779,50 dolar AS pada Senin (6/12/2021), setelah melonjak 21,20 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.783,90 dolar AS pada Jumat (3/12/2021), dan anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.762,70 dolar AS pada Kamis (2/12/2021).
"Satu-satunya tekanan yang diperoleh emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi kenaikan imbal hasil cukup terbatas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan menguat, meredupkan daya tarik emas. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Kenaikan emas dibatasi karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengusaha AS mencatat 11 juta pekerjaan terbuka pada Oktober, hampir menyamai rekor tertinggi yang dicapai pada Juli dan tanda bahwa perusahaan-perusahaan cukup percaya perekonomian akan berkembang.
Emas berlabuh di kisaran 1.780-1.800 dolar AS per ounce, menunggu isyarat dari Federal Reserve AS dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, Streible menambahkan.
Laporan IHK yang akan dirilis pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi garis waktu Fed mengurangi dukungan ekonominya sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada 14-15 Desember.
Dengan narasi bergeser kembali ke kebijakan pengetatan bank sentral, yang kemungkinan akan mendorong dolar AS, setiap kenaikan emas kemungkinan akan terbatas, Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, mengatakan.
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,4 persen, menjadi ditutup pada 22,432 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 5,9 dolar AS atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 955,9 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas terkerek 5,2 dolar
Baca juga: Emas tergelincir terseret dolar menguat
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 0,8 dolar AS atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 1,785,50 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (7/12/2021), emas berjangka terkerek 5,2 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.784,70 dolar AS.
Emas berjangka merosot 4,4 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.779,50 dolar AS pada Senin (6/12/2021), setelah melonjak 21,20 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.783,90 dolar AS pada Jumat (3/12/2021), dan anjlok 21,60 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 1.762,70 dolar AS pada Kamis (2/12/2021).
"Satu-satunya tekanan yang diperoleh emas adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi kenaikan imbal hasil cukup terbatas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan menguat, meredupkan daya tarik emas. Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Kenaikan emas dibatasi karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengusaha AS mencatat 11 juta pekerjaan terbuka pada Oktober, hampir menyamai rekor tertinggi yang dicapai pada Juli dan tanda bahwa perusahaan-perusahaan cukup percaya perekonomian akan berkembang.
Emas berlabuh di kisaran 1.780-1.800 dolar AS per ounce, menunggu isyarat dari Federal Reserve AS dan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, Streible menambahkan.
Laporan IHK yang akan dirilis pada Jumat (10/12/2021) dapat mempengaruhi garis waktu Fed mengurangi dukungan ekonominya sebelum pertemuan kebijakan berikutnya pada 14-15 Desember.
Dengan narasi bergeser kembali ke kebijakan pengetatan bank sentral, yang kemungkinan akan mendorong dolar AS, setiap kenaikan emas kemungkinan akan terbatas, Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, mengatakan.
Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,4 persen, menjadi ditutup pada 22,432 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 5,9 dolar AS atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 955,9 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas terkerek 5,2 dolar
Baca juga: Emas tergelincir terseret dolar menguat
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB