Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang menyiapkan 27 pasar murah bersubsidi untuk tekan inflasi

Selasa, 10 Maret 2026 15:09 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo (tengah) dalam kegiatan Pasar Murah Bersubsidi yang digelar di Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kota Kupang.   (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan 27 titik pasar murah bersubsidi guna menekan laju inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 di daerah tersebut.

Wali Kota Kupang Christian Widodo dalam keterangannya di Kupang, Selasa, mengatakan Pemkot Kupang telah merencanakan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik di seluruh wilayah kota.

“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk Bank Indonesia, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Christian menjelaskan pada tahap awal, kegiatan tersebut digelar di tiga lokasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menegaskan pengendalian inflasi bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” katanya menegaskan.

Karena itu, menurut dia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab moral dalam memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak, minyak goreng ditimbun. Ambil sesuai kebutuhan saja,” ujar dia.

Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib dengan memanfaatkan pendataan menggunakan fotokopi KTP dan barcode untuk pembelian.

Sistem tersebut diharapkan dapat mengatur antrean secara rapi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kita jalankan pasar murah ini dengan baik, sambil terus menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Kupang,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026