Wabup Manggarai Barat imbau warga antisipasi longsor di jalan Trans Flores
Senin, 13 Desember 2021 17:55 WIB
Antrean kendaraan akibat tanah longsor di Lerem, Jembatan Wae Wesang, Jalan Trans Flores, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, NTT, Senin (13/12/2021) ANTARA/Ist
Labuan Bajo (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat Yulianus Weng mengimbau warga yang melintasi jalan nasional Trans Flores untuk mengantisipasi kemungkinan longsor akibat hujan deras.
"Kami imbau warga untuk hati-hati melewati jalan negara, khususnya Roe sampai Melo," kata Wabup Weng di Labuan Bajo, Senin.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa titik di ruas jalan Trans Flores tersebut kerap terjadi longsor.
Hal itu dikarenakan kontur tanah yang labil sehingga hujan lebat dan angin kencang bisa mengakibatkan longsor dan pohon tumbang.
Oleh karena itu, Wabup Weng mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak terlalu mendesak.
Baca juga: BPBD : Kita tetap koordinasi terkait longsor di jalan Trans Flores
Di tengah situasi hujan lebat ini, warga diminta untuk memerhatikan situasi di sekitar jalanan. Apabila terjadi hujan lebat dan angin kencang, warga tidak perlu melakukan perjalanan sementara waktu.
"Jika terjadi bencana, segera hubungi BPBD yang akan siap memberikan bantuan," tutup Wabup Weng.
Baca juga: Longsor terjadi di ruas jalan negara Labuan Bajo-Ruteng
Sebelumnya telah terjadi tanah longsor di Lerem, Jembatan Wae Wesang, Jalan Trans Flores, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, NTT.
Hujan deras sejak pukul 15.00 Wita mengakibatkan longsoran tanah menutupi ruas jalan yang menghubungkan Ruteng-Labuan Bajo tersebut.
Akibat bencana longsor, sejumlah kendaraan dari dua arah tersebut mengantre sembari menunggu alat berat membersihkan material longsor.
Saat ini para petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Manggarai Barat dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II NTT sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan bencana longsor tersebut.
"Kami imbau warga untuk hati-hati melewati jalan negara, khususnya Roe sampai Melo," kata Wabup Weng di Labuan Bajo, Senin.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa titik di ruas jalan Trans Flores tersebut kerap terjadi longsor.
Hal itu dikarenakan kontur tanah yang labil sehingga hujan lebat dan angin kencang bisa mengakibatkan longsor dan pohon tumbang.
Oleh karena itu, Wabup Weng mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jika tidak terlalu mendesak.
Baca juga: BPBD : Kita tetap koordinasi terkait longsor di jalan Trans Flores
Di tengah situasi hujan lebat ini, warga diminta untuk memerhatikan situasi di sekitar jalanan. Apabila terjadi hujan lebat dan angin kencang, warga tidak perlu melakukan perjalanan sementara waktu.
"Jika terjadi bencana, segera hubungi BPBD yang akan siap memberikan bantuan," tutup Wabup Weng.
Baca juga: Longsor terjadi di ruas jalan negara Labuan Bajo-Ruteng
Sebelumnya telah terjadi tanah longsor di Lerem, Jembatan Wae Wesang, Jalan Trans Flores, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, NTT.
Hujan deras sejak pukul 15.00 Wita mengakibatkan longsoran tanah menutupi ruas jalan yang menghubungkan Ruteng-Labuan Bajo tersebut.
Akibat bencana longsor, sejumlah kendaraan dari dua arah tersebut mengantre sembari menunggu alat berat membersihkan material longsor.
Saat ini para petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Manggarai Barat dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II NTT sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan bencana longsor tersebut.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satpolairud: Penyelundup 1,7 ton minyak tanah dari NTT terancam enam tahun penjara
17 March 2026 20:51 WIB
Presiden Prabowo tiba di Tanah Air seusai lawatan ke AS, Yordania, dan UEA
27 February 2026 10:44 WIB
Pertamina: Konsumsi minyak tanah di NTT naik 22 persen selama Natal-Tahun Baru
22 January 2026 13:31 WIB
TVRI membina siswa Sekolah Rakyat Kupang tingkatkan cinta tanah air lewat fotografi
11 December 2025 20:01 WIB
BMKG: Fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di Selat Malaka
27 November 2025 9:46 WIB