Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung merupakan megaekosistem
Kamis, 13 Januari 2022 19:57 WIB
Tangkapan layar - Menteri BUMN Erick Thohir dalam peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung, di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (13/1/2022). ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung InJourney merupakan megaekosistem.
"Karena itulah kenapa saya suka bicara kepada tim kami, ini kalau kita bicara ekosistem yang namanya InJourney ini megaekosistem. Karena InJourney ini bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain yang ada di BUMN, seperti perbankan," ujar Erick Thohir dalam peresmian Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung di Mandalika seperti dipantau secara virtual dari Jakarta, Kamis (13/1).
Erick juga menambahkan, dengan aplikasi super atau super apps yang namanya Livin maka hal itu nantinya bisa terintegrasi satu dengan lainnya.
Jika melihat angka-angkanya nanti, lanjut dia, total asset daripada Holding BUMN Pariwsata dan Pendukung ini pada tahun 2024 mencapai kurang lebih 260 juta dolar AS, dengan potensi penjualan yang terus meningkat.
"Ini yang saya rasa kesempatan bagi kita juga membangkitkan bagaimana berfokus kepada pariwisata lokal, namun tetap menjaga wisata mancanegaranya," kata Menteri BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada industri pariwisata nasional. wisatawan internasional yang datang ke Indonesia di tahun 2019 kurang lebih 16 juta perjalanan, tetapi pada saat Covid itu turun sampai 75 persen sehingga kurang lebih angkanya 4 juta perjalanan saat ini.
Baca juga: Erick Thohir apresiasi PLN bantu kemandirian ekonomi komunitas ODHA
Baca juga: PLN dan KBN sepakat membangun kawasan tanpa listrik padam
Lalu dibandingkan dengan angka turis domestik yang saat ini turunnya kurang lebih 30 persen sehingga angkanya mencapai 330 juta perjalanan. Kalau dibandingkan antara turis luar negeri dengan domestik dalam segi angka tentu itu hanya kurang lebih 1,5 persen daripada jumlah turis domestik.
"Karena itu kami membentuk holding bumn pariwisata dan pendukung tidak lain kita ingin memfokuskan bagaimana kesempatan kita untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik, di mana potensinya selama ini masih sangat besar tetapi kurang terintegrasi," kata Erick Thohir.
Kementerian BUMN mencoba mengintegrasikan semua, baik dari infrastrukturnya dan juga tentu daripada softwarenya, artinya kegiatan-kegiatan di dalamnya.
Menurut Erick, nantinya bandara sendiri bukan lagi sekedar bandara, namun merupakan aerocity yang juga menjadi sebuah gaya hidup tujuan di mana turunannya juga itu ada yang namanya makanan, lifestyle dan sebagainya.
"Sama juga ketika kita sambungkan ke tujuan wisata lainnya, di situ kekuatan yang kita belum miliki selama ini adalah rencana perjalanan atau travel plan yang kalau dibandingkan dengan negara-negara lain itu sudah ada, tetapi kalau Indonesia belum membentuk ekosistem ini," ujar Menteri BUMN.
Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo meluncurkan InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung, di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (13/1).
"Karena itulah kenapa saya suka bicara kepada tim kami, ini kalau kita bicara ekosistem yang namanya InJourney ini megaekosistem. Karena InJourney ini bisa bergabung dengan ekosistem-ekosistem lain yang ada di BUMN, seperti perbankan," ujar Erick Thohir dalam peresmian Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung di Mandalika seperti dipantau secara virtual dari Jakarta, Kamis (13/1).
Erick juga menambahkan, dengan aplikasi super atau super apps yang namanya Livin maka hal itu nantinya bisa terintegrasi satu dengan lainnya.
Jika melihat angka-angkanya nanti, lanjut dia, total asset daripada Holding BUMN Pariwsata dan Pendukung ini pada tahun 2024 mencapai kurang lebih 260 juta dolar AS, dengan potensi penjualan yang terus meningkat.
"Ini yang saya rasa kesempatan bagi kita juga membangkitkan bagaimana berfokus kepada pariwisata lokal, namun tetap menjaga wisata mancanegaranya," kata Menteri BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada industri pariwisata nasional. wisatawan internasional yang datang ke Indonesia di tahun 2019 kurang lebih 16 juta perjalanan, tetapi pada saat Covid itu turun sampai 75 persen sehingga kurang lebih angkanya 4 juta perjalanan saat ini.
Baca juga: Erick Thohir apresiasi PLN bantu kemandirian ekonomi komunitas ODHA
Baca juga: PLN dan KBN sepakat membangun kawasan tanpa listrik padam
Lalu dibandingkan dengan angka turis domestik yang saat ini turunnya kurang lebih 30 persen sehingga angkanya mencapai 330 juta perjalanan. Kalau dibandingkan antara turis luar negeri dengan domestik dalam segi angka tentu itu hanya kurang lebih 1,5 persen daripada jumlah turis domestik.
"Karena itu kami membentuk holding bumn pariwisata dan pendukung tidak lain kita ingin memfokuskan bagaimana kesempatan kita untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik, di mana potensinya selama ini masih sangat besar tetapi kurang terintegrasi," kata Erick Thohir.
Kementerian BUMN mencoba mengintegrasikan semua, baik dari infrastrukturnya dan juga tentu daripada softwarenya, artinya kegiatan-kegiatan di dalamnya.
Menurut Erick, nantinya bandara sendiri bukan lagi sekedar bandara, namun merupakan aerocity yang juga menjadi sebuah gaya hidup tujuan di mana turunannya juga itu ada yang namanya makanan, lifestyle dan sebagainya.
"Sama juga ketika kita sambungkan ke tujuan wisata lainnya, di situ kekuatan yang kita belum miliki selama ini adalah rencana perjalanan atau travel plan yang kalau dibandingkan dengan negara-negara lain itu sudah ada, tetapi kalau Indonesia belum membentuk ekosistem ini," ujar Menteri BUMN.
Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo meluncurkan InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung, di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (13/1).
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
Prabowo terima laporan dari Menpora peraih medali di SEA Games sudah terima bonus
08 January 2026 16:05 WIB
Menpora: Bonus peraih medali perak dan perunggu SEA Games 2025 masih dihitung
16 December 2025 10:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB