Paus sperma terdampar di pantai Pulau Sabu
Rabu, 4 Juli 2018 15:47 WIB
Seekor paus sperma terdampar di pantai Desa Halapaji, Kabupaten Sabu Raijua, sekitar 115 mil dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (3/7). (ANTARA Foto/Benny Jahang)
Kupang (AntaraNews NTT) - Seekor paus sperma terdampar di pantai Desa Halapaji di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, sekitar 115 mil dari Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur, Rabu (4/7) pagi dalam kondisi terluka dan telah membusuk.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji kepada wartawan di Kupang, Rabu (4/7) siang, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan terkait dengan terdamparnya paus tersebut dari masyarakat sekitar.
"Kami dapat info dari masyarakat sekitar pukul 09.20 Wita, waktu tim kami sedang melakukan pendataan sosial ekonomi kawasan sekaligus meninjau lokasi hibah lahan untuk demplot penyu di Desa Eilogo, Kecamatan Sabu Ilae, Kabupaten Sabu Raijua," kata dia.
Setelah mendapatkan informasi itu, pihak BKKPN langsung ke lokasi tersebut. Sampai di lokasi, pihaknya mendapati paus yang terdampar dan sudah menjadi bangkai itu, di bagian tubuhnya terdapat luka yang sudah membusuk.
Paus sperma itu berukuran panjang 9,5 meter. Awalnya warga setempat melihat paus mengapung di perairan desa itu sejak pukul 06.00 Wita. Bangkai paus itu kemudian ditarik ke pesisir oleh masyarakat setempat. Sebelumnya, dilakukan ritual adat sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.
"Warga di desa itu menganggap bahwa paus sperma memiliki hubungan sosiologi dengan masyarakat setempat," kata Ikram. Saat ini, sejumlah pihak mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polres Kupang, TNI, serta masyarakat setempat telah menyiapkan lubang untuk penguburan paus itu.
Paus yang terdampar dan kini sudah menjadi bangkai itu, kata Ikram, diduga ditinggal oleh kawanannya karena sedang sakit, akibat luka tersebut. Saat sudah tak berdaya, paus itu dihantam ombak sehingga terdampar di Perairan Sabu yang juga merupakan kawasan pemantauan dari BKKPN itu.
Baca juga: Setiap Tahun Ikan Paus Terdampar Di Sabu
Baca juga: Wisata Menonton Ikan Paus Mulai 2018 Tradisi menangkap ikan paus yang dilakukan nelayan Lamalera di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (ANTARA Foto/istimewa)
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji kepada wartawan di Kupang, Rabu (4/7) siang, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima laporan terkait dengan terdamparnya paus tersebut dari masyarakat sekitar.
"Kami dapat info dari masyarakat sekitar pukul 09.20 Wita, waktu tim kami sedang melakukan pendataan sosial ekonomi kawasan sekaligus meninjau lokasi hibah lahan untuk demplot penyu di Desa Eilogo, Kecamatan Sabu Ilae, Kabupaten Sabu Raijua," kata dia.
Setelah mendapatkan informasi itu, pihak BKKPN langsung ke lokasi tersebut. Sampai di lokasi, pihaknya mendapati paus yang terdampar dan sudah menjadi bangkai itu, di bagian tubuhnya terdapat luka yang sudah membusuk.
Paus sperma itu berukuran panjang 9,5 meter. Awalnya warga setempat melihat paus mengapung di perairan desa itu sejak pukul 06.00 Wita. Bangkai paus itu kemudian ditarik ke pesisir oleh masyarakat setempat. Sebelumnya, dilakukan ritual adat sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.
"Warga di desa itu menganggap bahwa paus sperma memiliki hubungan sosiologi dengan masyarakat setempat," kata Ikram. Saat ini, sejumlah pihak mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polres Kupang, TNI, serta masyarakat setempat telah menyiapkan lubang untuk penguburan paus itu.
Paus yang terdampar dan kini sudah menjadi bangkai itu, kata Ikram, diduga ditinggal oleh kawanannya karena sedang sakit, akibat luka tersebut. Saat sudah tak berdaya, paus itu dihantam ombak sehingga terdampar di Perairan Sabu yang juga merupakan kawasan pemantauan dari BKKPN itu.
Baca juga: Setiap Tahun Ikan Paus Terdampar Di Sabu
Baca juga: Wisata Menonton Ikan Paus Mulai 2018 Tradisi menangkap ikan paus yang dilakukan nelayan Lamalera di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (ANTARA Foto/istimewa)
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paus baru pemimpin ke-267 Gereja Katolik terpilih pada pemungutan suara keempat
09 May 2025 12:49 WIB
Seluruh utusan khusus tiba di Roma membawa surat Presiden Prabowo untuk Vatikan
25 April 2025 12:57 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Undana dan GMIT kolaborasi perkuat ketahanan pangan dan pendidikan di NTT
09 February 2026 19:20 WIB
BMKG mengimbau warga pesisir NTT waspadai potensi rob pada 5-7 Februari 2026
05 February 2026 11:29 WIB