Harga emas terkikis 2,2 dolar
Sabtu, 19 Februari 2022 8:04 WIB
Ilustrasi - Emas murni 99,9 persen batangan. ANTARA/Shutterstock/aa.
Chicago (ANTARA) - Harga emas mundur sedikit dari level psikologis 1.900 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mengambil untung setelah emas menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan sehari sebelumnya, di tengah harapan pembicaraan AS-Rusia akan menenangkan pasar.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh 2,2 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.899,80 dolar AS per ounce. Emas berjangka melonjak 30,50 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.902,00 dolar AS menandai penyelesaian tertinggi sejak Juni 2021.
Kekhawatiran yang berkepanjangan atas konflik Rusia-Ukraina membuat emas tetap di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Emas melonjak 3,1 persen untuk minggu ini.
"Perkembangan terbaru seputar situasi Rusia-Ukraina adalah positif dan itu berimbas pada sedikit kemunduran emas," kata ahli strategi pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
Penurunan ini akan berumur pendek karena ketegangan yang berkepanjangan akan terus mendukung emas, katanya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken setuju untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov minggu depan, menenangkan kegelisahan investor dan memperlambat permintaan tempat berlindung yang aman.
Namun, kantor berita Rusia melaporkan tentang ledakan di kota Donetsk, Ukraina timur.
Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden akan memberikan pembaruan tentang situasi Rusia-Ukraina pada pukul 16.00 sore waktu setempat pada Jumat (18/2/2022).
"Investor telah mencari perlindungan dalam aset aman seperti emas tidak hanya karena situasi Ukraina dan meningkatnya volatilitas pasar saham tetapi juga tekanan inflasi yang melonjak," ungkap Fawad Razaqzada, seorang analis ThinkMarkets, menulis dalam sebuah catatan.
Para pemimpin keuangan dari Kelompok 20 (G20) ekonomi utama pada Jumat (18/2/2022) sepakat bahwa kenaikan inflasi dan risiko geopolitik dapat mengancam pemulihan global yang rapuh.
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak dan sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,7 sen atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 23,992 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok 15,9 dolar AS atau 1,46 persen, menjadi ditutup pada 1.076,8 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas melonjak tembus 1.900 dolar
Baca juga: Emas tergelincir 13,2 dolar
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, jatuh 2,2 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.899,80 dolar AS per ounce. Emas berjangka melonjak 30,50 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.902,00 dolar AS menandai penyelesaian tertinggi sejak Juni 2021.
Kekhawatiran yang berkepanjangan atas konflik Rusia-Ukraina membuat emas tetap di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Emas melonjak 3,1 persen untuk minggu ini.
"Perkembangan terbaru seputar situasi Rusia-Ukraina adalah positif dan itu berimbas pada sedikit kemunduran emas," kata ahli strategi pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
Penurunan ini akan berumur pendek karena ketegangan yang berkepanjangan akan terus mendukung emas, katanya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken setuju untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov minggu depan, menenangkan kegelisahan investor dan memperlambat permintaan tempat berlindung yang aman.
Namun, kantor berita Rusia melaporkan tentang ledakan di kota Donetsk, Ukraina timur.
Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden akan memberikan pembaruan tentang situasi Rusia-Ukraina pada pukul 16.00 sore waktu setempat pada Jumat (18/2/2022).
"Investor telah mencari perlindungan dalam aset aman seperti emas tidak hanya karena situasi Ukraina dan meningkatnya volatilitas pasar saham tetapi juga tekanan inflasi yang melonjak," ungkap Fawad Razaqzada, seorang analis ThinkMarkets, menulis dalam sebuah catatan.
Para pemimpin keuangan dari Kelompok 20 (G20) ekonomi utama pada Jumat (18/2/2022) sepakat bahwa kenaikan inflasi dan risiko geopolitik dapat mengancam pemulihan global yang rapuh.
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak dan sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,7 sen atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 23,992 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok 15,9 dolar AS atau 1,46 persen, menjadi ditutup pada 1.076,8 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas melonjak tembus 1.900 dolar
Baca juga: Emas tergelincir 13,2 dolar
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB