UNHCR prihatin skema 'Rumah untuk Ukraina' di Inggris
Kamis, 14 April 2022 11:53 WIB
Setetes air mata mengalir di pipi seorang wanita muda di atas bus setelah melarikan diri dari Ukraina ke Rumania saat invasi Rusia ke Ukraina, di persimpangan perbatasan di Siret, Rumania, Rabu (16/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Clodagh Kilcoyne/WSJ/sad.
London (ANTARA) - Badan Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) pada Rabu (13/4) menyuarakan keprihatinan atas skema "Rumah untuk Ukraina" yang dirancang Inggris untuk menampung warga Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia.
UNHCR mengatakan program itu dapat dieksploitasi tanpa perlindungan yang memadai.
Pemerintah Inggris memperkenalkan skema "Rumah untuk Ukraina" pada Maret, yang memungkinkan warga Inggris untuk mensponsori warga Ukraina dan memberi mereka tempat tinggal selama minimal enam bulan.
UNHCR mengatakan pihaknya mencatat peningkatan jumlah laporan wanita Ukraina yang merasa berisiko bila mendapatkan tempat tinggal dari sponsor pria.
Badan PBB itu meyakini bahwa para wanita dan ibu dengan anak harus disandingkan dengan para pasangan atau keluarga daripada dengan pria lajang.
"UNHCR menyoroti perlunya pengamanan yang memadai dan langkah-langkah pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mencegah eksploitasi, serta dukungan yang memadai untuk sponsor," kata UNHCR dalam sebuah pernyataan.
Sejauh ini sekitar 43.600 aplikasi telah dibuat untuk skema "Rumah untuk Ukraina" tersebut.
Namun, hanya 12.500 visa telah dikeluarkan untuk warga Ukraina, dan para pengungsi Ukraina yang terlibat dalam program itu mengatakan prosesnya terbukti lambat dan rumit. Hal tersebut sebagian disebabkan oleh pemeriksaan keamanan Inggris pada orang-orang yang ingin datang ke negara itu.
UNHCR juga mengatakan khawatir tentang konsekuensi jika tuan rumah untuk pengungsi terbukti menjadi ancaman dan tentang durasi minimum enam bulan.
Baca juga: UNHCR sebut satu juta pengungsi tinggalkan Ukraina
"Menempatkan orang asing di kamar tidur tambahan untuk waktu yang lama, bagi sebagian orang, tidak bersifat berkelanjutan," kata UNHCR.
Badan urusan pengungsi tersebut menambahkan bahwa kebutuhan untuk pemeriksaan latar belakang dan pemberian dukungan keuangan dapat membuat otoritas lokal kewalahan.
Baca juga: UNHCR ingatkan kemungkinan "penderitaan lebih besar" di Afghanistan
Sementara itu, Pemerintah Inggris mengatakan warga yang menampung dan mensponsori pengungsi dari Ukraina telah menerima pemeriksaan latar belakang dan kunjungan oleh pejabat setempat untuk memastikan akomodasi itu sesuai dengan tujuan.
"Upaya untuk mengeksploitasi orang yang rentan benar-benar tercela. Inilah sebabnya kami merancang skema 'Rumah untuk Ukraina' agar ada perlindungan khusus," kata juru bicara pemerintah Inggris.
Sumber: Antara/Reuters
UNHCR mengatakan program itu dapat dieksploitasi tanpa perlindungan yang memadai.
Pemerintah Inggris memperkenalkan skema "Rumah untuk Ukraina" pada Maret, yang memungkinkan warga Inggris untuk mensponsori warga Ukraina dan memberi mereka tempat tinggal selama minimal enam bulan.
UNHCR mengatakan pihaknya mencatat peningkatan jumlah laporan wanita Ukraina yang merasa berisiko bila mendapatkan tempat tinggal dari sponsor pria.
Badan PBB itu meyakini bahwa para wanita dan ibu dengan anak harus disandingkan dengan para pasangan atau keluarga daripada dengan pria lajang.
"UNHCR menyoroti perlunya pengamanan yang memadai dan langkah-langkah pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mencegah eksploitasi, serta dukungan yang memadai untuk sponsor," kata UNHCR dalam sebuah pernyataan.
Sejauh ini sekitar 43.600 aplikasi telah dibuat untuk skema "Rumah untuk Ukraina" tersebut.
Namun, hanya 12.500 visa telah dikeluarkan untuk warga Ukraina, dan para pengungsi Ukraina yang terlibat dalam program itu mengatakan prosesnya terbukti lambat dan rumit. Hal tersebut sebagian disebabkan oleh pemeriksaan keamanan Inggris pada orang-orang yang ingin datang ke negara itu.
UNHCR juga mengatakan khawatir tentang konsekuensi jika tuan rumah untuk pengungsi terbukti menjadi ancaman dan tentang durasi minimum enam bulan.
Baca juga: UNHCR sebut satu juta pengungsi tinggalkan Ukraina
"Menempatkan orang asing di kamar tidur tambahan untuk waktu yang lama, bagi sebagian orang, tidak bersifat berkelanjutan," kata UNHCR.
Badan urusan pengungsi tersebut menambahkan bahwa kebutuhan untuk pemeriksaan latar belakang dan pemberian dukungan keuangan dapat membuat otoritas lokal kewalahan.
Baca juga: UNHCR ingatkan kemungkinan "penderitaan lebih besar" di Afghanistan
Sementara itu, Pemerintah Inggris mengatakan warga yang menampung dan mensponsori pengungsi dari Ukraina telah menerima pemeriksaan latar belakang dan kunjungan oleh pejabat setempat untuk memastikan akomodasi itu sesuai dengan tujuan.
"Upaya untuk mengeksploitasi orang yang rentan benar-benar tercela. Inilah sebabnya kami merancang skema 'Rumah untuk Ukraina' agar ada perlindungan khusus," kata juru bicara pemerintah Inggris.
Sumber: Antara/Reuters
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo menyetujui Rp60 juta per rumah ganti hunian pengungsi bencana yang rusak
08 December 2025 8:30 WIB
Pemkab Flores Timur mengapresiasi dukungan nyata Telkomsel terhadap pengungsi Gunung Lewotobi
15 August 2025 8:25 WIB
Bupati Flotim: Lahan untuk hunian tetap pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki tersedia
22 May 2025 17:00 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
PBB meminta Rusia dan AS kembali berdialog soal pengurangan senjata nuklir
05 February 2026 14:01 WIB
Putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi dilaporkan tewas dibunuh di kediamannya
04 February 2026 15:16 WIB
Mantan petinggi badan penasihat China dihukum seumur hidup karena terima suap
04 February 2026 6:24 WIB
Prabowo mengingatkan ancaman Perang Dunia III saat berada di Rakornas 2026
02 February 2026 14:58 WIB