Pemkab Ngada bantu kendaraan operasional pendamping PKH
Sabtu, 30 April 2022 9:27 WIB
Bupati Ngada Andreas Paru menyerahkan secara simbolis bantuan kendaraan bermotor roda dua untuk memperlancar aktivitas operasional pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Dinas Sosial Ngada beberapa waktu lalu (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Mbay (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada memberikan bantuan kendaraan bermotor roda dua untuk memperlancar aktivitas operasional pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Dinas Sosial Ngada.
"Tujuan pemberian kendaraan tersebut untuk membantu kelancaran kegiatan verifikasi dan validasi basis data terpadu kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh para pendamping sosial," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada Yohanes Vianey Siwe dalam keterangan yang diterima di Mbay, Sabtu, (30/4).
Bantuan kendaraan yang diberikan yakni 12 unit kendaraan roda dua untuk TKSK, 26 unit untuk pendamping PKH, dan empat unit untuk Dinas Sosial.
Hal tersebut disambut baik oleh Bupati Ngada Andres Paru. Dia meminta kendaraan selalu dirawat dan dicek setiap tiga bulan. Andreas berpesan agar para penerima kendaraan dapat merawat kendaraan tersebut karena anggaran yang digunakan dalam kondisi terbatas.
Baca juga: Bulog Bajawa siapkan 1.000 ton beras untuk Lebaran
"Saya berharap bantuan kendaraan tersebut dapat membantu percepatan pelayanan kepada masyarakat," kata Andreas menandaskan.
Baca juga: Loka POM Ende tidak menemukan bahan berbahaya dalam takjil dua kabupaten
Pengadaan kendaraan bermotor roda dua tersebut berasal dari Anggaran Pengadaan dan Belanja Daerah (APBD) II, Daftar Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Sosial tahun 2021 dengan nilai uang sejumlah satu miliar lebih.
"Tujuan pemberian kendaraan tersebut untuk membantu kelancaran kegiatan verifikasi dan validasi basis data terpadu kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh para pendamping sosial," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada Yohanes Vianey Siwe dalam keterangan yang diterima di Mbay, Sabtu, (30/4).
Bantuan kendaraan yang diberikan yakni 12 unit kendaraan roda dua untuk TKSK, 26 unit untuk pendamping PKH, dan empat unit untuk Dinas Sosial.
Hal tersebut disambut baik oleh Bupati Ngada Andres Paru. Dia meminta kendaraan selalu dirawat dan dicek setiap tiga bulan. Andreas berpesan agar para penerima kendaraan dapat merawat kendaraan tersebut karena anggaran yang digunakan dalam kondisi terbatas.
Baca juga: Bulog Bajawa siapkan 1.000 ton beras untuk Lebaran
"Saya berharap bantuan kendaraan tersebut dapat membantu percepatan pelayanan kepada masyarakat," kata Andreas menandaskan.
Baca juga: Loka POM Ende tidak menemukan bahan berbahaya dalam takjil dua kabupaten
Pengadaan kendaraan bermotor roda dua tersebut berasal dari Anggaran Pengadaan dan Belanja Daerah (APBD) II, Daftar Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) Dinas Sosial tahun 2021 dengan nilai uang sejumlah satu miliar lebih.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PPPA: Penanganan kasus kekerasan seksual harus berperspektif korban
15 February 2026 11:04 WIB
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB
Kapolda NTT menyalurkan bantuan sosial untuk orang tua bocah yang bunuh diri
05 February 2026 16:19 WIB
KPPPA bersama kepolisian mendalami penyebab anak SD di Ngada NTT akhiri hidup
05 February 2026 15:10 WIB