758 P3K di Lombok Tengah terima Surat Pengangkatan
Jumat, 13 Mei 2022 13:14 WIB
Kepala BKPP Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Rahadian di kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (13/5/2022).(ANTARA/Akhyar)
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Sebanyak 758 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Kabupaten Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya mengantongi surat keputusan (SK) pengangkatan setelah lulus mengikuti tes seleksi pada gelombang pertama 2021 lalu.
"Peserta yang dinyatakan lulus tahap pertama itu sebanyak 760. Satu meninggal dunia dan satu lagi dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan NIP, karena masih berstatus mahasiswa aktif dan Ijazah PGSD belum keluar," kata Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri setelah menyerahkan SK secara simbolis di halaman kantor bupati setempat, Jumat, (13/5).
Pemerintah Daerah Lombok Tengah mendapatkan alokasi formasi PPPK guru terbanyak kedua setelah Pemerintah Provinsi NTB yakni 1.886 formasi dengan Guru Agama Islam 78 formasi, guru kelas 1520 formasi, guru Pernjasorkes 298 formasi.
"Semoga dengan adanya penambahan pegawai ini bisa meningkatkan kualitas pelayan dan pendidikan di Lombok Tengah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah berpesan kepada para PPPK yang telah diberikan SK, supaya melaksanakan tugas dan amanah tersebut dengan baik serta disiplin.
"Jalani tugas yang diberikan ini dengan baik. Karena tidak semua orang bisa lulus menjadi PPPK," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rahadian mengatakan penyerahan SK PPPK tersebut dilakukan secara bertahap, dimana untuk tahap pertama itu sebanyak 758 dan pada gelombang kedua yang lulus itu sebanyak 658, namun SK masih dalam proses.
Baca juga: NTB-NTT kantongi 27 dukungan jadi tuan rumah PON 2028
"Sedangkan sisanya itu akan mengikuti tes di gelombang tiga sebanyak 470 orang. Kalau tidak lulus, tergantung dari pemerintah pusat," katanya.
Baca juga: Kapolda NTB pastikan kondisi Desa Mareje normal kembali pasca konflik
Dalam seleksi PPPK 2021 itu, pemerintah pusat memberikan peluang bagi semua tenaga pendidik yang telah masuk data depodik untuk ikut dalam seleksi PPPK. Selanjutnya mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti tes, apabila tidak lulus dalam gelombang pertama, gelombang kedua dan gelombang ketiga.
"Di 2023 secara aturan tidak ada tenaga honor, sehingga formasi CPNS masih ditutup dan dibuka PPPK," katanya.*
"Peserta yang dinyatakan lulus tahap pertama itu sebanyak 760. Satu meninggal dunia dan satu lagi dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan NIP, karena masih berstatus mahasiswa aktif dan Ijazah PGSD belum keluar," kata Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri setelah menyerahkan SK secara simbolis di halaman kantor bupati setempat, Jumat, (13/5).
Pemerintah Daerah Lombok Tengah mendapatkan alokasi formasi PPPK guru terbanyak kedua setelah Pemerintah Provinsi NTB yakni 1.886 formasi dengan Guru Agama Islam 78 formasi, guru kelas 1520 formasi, guru Pernjasorkes 298 formasi.
"Semoga dengan adanya penambahan pegawai ini bisa meningkatkan kualitas pelayan dan pendidikan di Lombok Tengah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah berpesan kepada para PPPK yang telah diberikan SK, supaya melaksanakan tugas dan amanah tersebut dengan baik serta disiplin.
"Jalani tugas yang diberikan ini dengan baik. Karena tidak semua orang bisa lulus menjadi PPPK," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rahadian mengatakan penyerahan SK PPPK tersebut dilakukan secara bertahap, dimana untuk tahap pertama itu sebanyak 758 dan pada gelombang kedua yang lulus itu sebanyak 658, namun SK masih dalam proses.
Baca juga: NTB-NTT kantongi 27 dukungan jadi tuan rumah PON 2028
"Sedangkan sisanya itu akan mengikuti tes di gelombang tiga sebanyak 470 orang. Kalau tidak lulus, tergantung dari pemerintah pusat," katanya.
Baca juga: Kapolda NTB pastikan kondisi Desa Mareje normal kembali pasca konflik
Dalam seleksi PPPK 2021 itu, pemerintah pusat memberikan peluang bagi semua tenaga pendidik yang telah masuk data depodik untuk ikut dalam seleksi PPPK. Selanjutnya mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti tes, apabila tidak lulus dalam gelombang pertama, gelombang kedua dan gelombang ketiga.
"Di 2023 secara aturan tidak ada tenaga honor, sehingga formasi CPNS masih ditutup dan dibuka PPPK," katanya.*
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI kecam arogansi oknum terhadap wartawan yang meliput MBG di Lombok Timur
15 January 2025 14:00 WIB, 2025
Semua rute penerbangan di Bandara Lombok, NTB terdampak erupsi Lewotobi
13 November 2024 13:31 WIB, 2024
BKKPN Kupang pastikan pencabutan izin TCN di Gili Trawangan sudah sesuai prosedur
14 October 2024 19:00 WIB, 2024
Satu penerbangan ke Labuan Bajo dialihkan ke Lombok karena alasan cuaca
30 July 2024 21:10 WIB, 2024
Polisi minta warga Lombok tak gunakan sepeda listrik di jalan raya, ini alasannya
12 June 2024 13:05 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menko Pangan: Penerima MBG menjangkau 60 juta orang, SPPG capai 22.091 unit
29 January 2026 13:36 WIB
378 pendaftar lolos seleksi administrasi calon anggota KIP periode 2026--2030
27 January 2026 8:35 WIB