BPBD Nagekeo berikan penguatan kapasitas desa tangguh bencana
Minggu, 19 Juni 2022 12:57 WIB
Pembinaan Desa Tangguh Bencana lewat Kegiatan Penilaian Indeks Kerentanan Desa di Desa Selalejo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (17/6/2022) (ANTARA/Ho-BPBD Nagekeo)
Mbay, NTT (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, memberikan penguatan kapasitas desa tangguh bencana untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam memahami potensi bencana.
"Ada 84 desa tangguh bencana dari 113 desa di Nagekeo. Mereka harus memahami 12 jenis ancaman bencana yang ada," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nagekeo Rino Dhaki di Mbay, Minggu, (19/6/2022).
Dalam kegiatan penguatan kapasitas desa tangguh bencana yang telah terbentuk, BPBD ingin meningkatkan kemampuan anggota organisasi untuk mengenali bencana, melakukan upaya untuk menghindari bencana, serta bangkit kembali dengan cepat jika terjadi bencana.
Sekiranya ada 12 ancaman bencana di Nagekeo, diantaranya gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, angin kencang, tsunami, gelombang ekstrem, abrasi, kebakaran hutan dan lahan, bencana non alam seperti hama penyakit dan wabah, serta bencana sosial yakni gagal teknologi dan gagal modernisasi.
Rino mengatakan untuk mewujudkan tujuan itu, BPBD melakukan penguatan kapasitas desa salah satunya melalui kegiatan Penilaian Indeks Kerentanan Desa (IKDes).
Dalam kegiatan itu, desa tangguh bencana akan menjawab pertanyaan yang terdiri dari 7 prioritas, 71 indikator, dan 284 pertanyaan.
Dari jawaban itu, desa tangguh bencana akan mendapatkan angka terkait Indeks Kerentanan Desa.
Selain IKDes, desa tangguh bencana juga akan diuji melalui kajian risiko bencana basis lokal. Setelah pemetaan selesai dilakukan, maka desa tangguh bencana akan melakukan simulasi terhadap hasil itu.
Baca juga: Kota Kupang antisipasi bencana selama cuaca ekstrem
Rino menyebut luaran yang diharapkan dari penguatan kapasitas desa tangguh bencana yaitu adanya keterlibatan anggaran pembiayaan penanganan bencana dari dana desa yang lebih nyata.
Baca juga: BPBD NTT imbau warga pantau perkembangan informasi cuaca
"Selain itu, pencegahan dini terhadap bencana bisa terwujud dan mereka mampu mengatasi bencana dari level rendah sampai sedang," kata dia menandaskan.
"Ada 84 desa tangguh bencana dari 113 desa di Nagekeo. Mereka harus memahami 12 jenis ancaman bencana yang ada," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nagekeo Rino Dhaki di Mbay, Minggu, (19/6/2022).
Dalam kegiatan penguatan kapasitas desa tangguh bencana yang telah terbentuk, BPBD ingin meningkatkan kemampuan anggota organisasi untuk mengenali bencana, melakukan upaya untuk menghindari bencana, serta bangkit kembali dengan cepat jika terjadi bencana.
Sekiranya ada 12 ancaman bencana di Nagekeo, diantaranya gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, angin kencang, tsunami, gelombang ekstrem, abrasi, kebakaran hutan dan lahan, bencana non alam seperti hama penyakit dan wabah, serta bencana sosial yakni gagal teknologi dan gagal modernisasi.
Rino mengatakan untuk mewujudkan tujuan itu, BPBD melakukan penguatan kapasitas desa salah satunya melalui kegiatan Penilaian Indeks Kerentanan Desa (IKDes).
Dalam kegiatan itu, desa tangguh bencana akan menjawab pertanyaan yang terdiri dari 7 prioritas, 71 indikator, dan 284 pertanyaan.
Dari jawaban itu, desa tangguh bencana akan mendapatkan angka terkait Indeks Kerentanan Desa.
Selain IKDes, desa tangguh bencana juga akan diuji melalui kajian risiko bencana basis lokal. Setelah pemetaan selesai dilakukan, maka desa tangguh bencana akan melakukan simulasi terhadap hasil itu.
Baca juga: Kota Kupang antisipasi bencana selama cuaca ekstrem
Rino menyebut luaran yang diharapkan dari penguatan kapasitas desa tangguh bencana yaitu adanya keterlibatan anggaran pembiayaan penanganan bencana dari dana desa yang lebih nyata.
Baca juga: BPBD NTT imbau warga pantau perkembangan informasi cuaca
"Selain itu, pencegahan dini terhadap bencana bisa terwujud dan mereka mampu mengatasi bencana dari level rendah sampai sedang," kata dia menandaskan.
Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina dan BPBD Kota Kupang latih pelajar di Kupang tanggap darurat bencana
02 February 2026 20:47 WIB
Menteri PU: Total indikasi anggaran penanganan bencana Sumatera mencapai Rp74 triliun
27 January 2026 15:45 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Sebanyak 391 calon haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan ke Tanah Suci
22 April 2026 6:59 WIB
MBG telah menjangkau 27 ribu SPPG dengan serapan anggaran capai Rp60 triliun
20 April 2026 14:00 WIB