Rupiah menguat dibayangi sentimen kenaikan suku bunga Fed
Selasa, 21 Juni 2022 10:47 WIB
Ilustrasi - Karyawan melayani pembelian uang dolar Amerika Serikat (AS) di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj/aa.
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi menguat dibayangi sentimen kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.
Rupiah bergerak menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.826 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.836 per dolar AS.
"Sepertinya untuk rupiah masih akan mengalami tekanan dari sentimen kenaikan suku bunga The Fed," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (21/6/2022).
Menurut Revandra, walaupun ada peluang penguatan, tetapi rupiah kemungkinan masih sulit untuk kembali ke level awal pekan lalu.
Apalagi, bank sentral masih berencana untuk cukup agresif dalam menaikkan tingkat suku bunga.
"Tanpa adanya perubahan kebijakan moneter Indonesia, tampaknya rupiah masih akan sulit untuk mengalami penguatan signifikan," ujar Revandra.
Revandra memperkirakan Selasa (21/6) ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.790 per dolar AS hingga Rp14.880 per dolar AS.
Baca juga: Artikel - Mencermati dampak naiknya suku bunga Fed ke Indonesia
Baca juga: Rupiah diprediksi menguat didukung kebijakan masker
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah dibuka menguat dibayangi sentimen kenaikan suku bunga Fed
Rupiah bergerak menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.826 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.836 per dolar AS.
"Sepertinya untuk rupiah masih akan mengalami tekanan dari sentimen kenaikan suku bunga The Fed," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (21/6/2022).
Menurut Revandra, walaupun ada peluang penguatan, tetapi rupiah kemungkinan masih sulit untuk kembali ke level awal pekan lalu.
Apalagi, bank sentral masih berencana untuk cukup agresif dalam menaikkan tingkat suku bunga.
"Tanpa adanya perubahan kebijakan moneter Indonesia, tampaknya rupiah masih akan sulit untuk mengalami penguatan signifikan," ujar Revandra.
Revandra memperkirakan Selasa (21/6) ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.790 per dolar AS hingga Rp14.880 per dolar AS.
Baca juga: Artikel - Mencermati dampak naiknya suku bunga Fed ke Indonesia
Baca juga: Rupiah diprediksi menguat didukung kebijakan masker
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah dibuka menguat dibayangi sentimen kenaikan suku bunga Fed
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita 8.000 dolar Singapura dari penggeledahan kantor KPP Madya Jakut
13 January 2026 12:42 WIB
BI: Cadangan devisa akhir November 2025 meningkat menjadi 150,1 miliar dolar AS
05 December 2025 12:13 WIB
UEA menyiapkan 5 juta dolar AS untuk kembangkan pariwisata di Pulau Komodo
08 November 2025 3:35 WIB
Rupiah melemah karena kebijakan Donald Trump berpotensi menguatkan dolar AS
17 January 2025 2:00 WIB, 2025
Kurs Rupiah melemah seiring rencana Trump deklarasikan darurat nasional
09 January 2025 10:14 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJP Nusa Tenggara: Realisasi penerimaan pajak di NTT mencapai Rp2,52 triliun pada 2025
27 January 2026 15:11 WIB