Emas tergelincir 10,5 dolar AS
Kamis, 21 Juli 2022 6:01 WIB
Ilustrasi - Emas murni 99,9 persen batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksandr_Delyk)
Chicago (ANTARA) - Harga emas turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis, 21/7/2022 pagi WIB), menghentikan kenaikan selama dua sesi berturut-turut tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat satu minggu menjelang keputusan Federal Reserve tentang suku bunga yang diperkirakan naik 75 basis poin.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 10,5 dolar AS atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada 1.700,20 dolar AS per ounce.
Emas terus merosot di bawah 1.700 dolar AS per ounce pada perdagangan pasca-penyelesaian Rabu (20/7/2022).
Emas berjangka menguat 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.710,70 dolar AS pada Selasa (19/7/2022), setelah terangkat 6,60 dolar AS atau 0,39 persen menjadi 1.710,20 dolar AS pada Senin (18/7/2022), dan jatuh 2,2 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.703,60 dolar AS pada Jumat (16/7/2022).
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, kembali mendekati puncak 2002 pekan lalu setelah Indeks Harga Konsumen AS mencapai tertinggi empat dekade sebesar 9,1 persen untuk tahun ini hingga Juni.
Reli dolar kemudian mendorong pedagang pasar uang untuk bertaruh pada rekor kenaikan suku bunga Fed 100 basis poin untuk Juli.
"Ada konsensus umum bahwa jika dolar rebound, emas bisa kembali di bawah 1.700 dolar AS dan saya kira itulah yang Anda lihat," kata Phillip Streible, ahli strategi logam mulia di Blueline Futures di Chicago.
Baca juga: Emas sedikit menguat didorong dolar AS
Baca juga: Emas anjlok 29,7 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas tergelincir 10,5 dolar tertekan "greenback" yang lebih kuat
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 10,5 dolar AS atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada 1.700,20 dolar AS per ounce.
Emas terus merosot di bawah 1.700 dolar AS per ounce pada perdagangan pasca-penyelesaian Rabu (20/7/2022).
Emas berjangka menguat 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.710,70 dolar AS pada Selasa (19/7/2022), setelah terangkat 6,60 dolar AS atau 0,39 persen menjadi 1.710,20 dolar AS pada Senin (18/7/2022), dan jatuh 2,2 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.703,60 dolar AS pada Jumat (16/7/2022).
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, kembali mendekati puncak 2002 pekan lalu setelah Indeks Harga Konsumen AS mencapai tertinggi empat dekade sebesar 9,1 persen untuk tahun ini hingga Juni.
Reli dolar kemudian mendorong pedagang pasar uang untuk bertaruh pada rekor kenaikan suku bunga Fed 100 basis poin untuk Juli.
"Ada konsensus umum bahwa jika dolar rebound, emas bisa kembali di bawah 1.700 dolar AS dan saya kira itulah yang Anda lihat," kata Phillip Streible, ahli strategi logam mulia di Blueline Futures di Chicago.
Baca juga: Emas sedikit menguat didorong dolar AS
Baca juga: Emas anjlok 29,7 dolar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas tergelincir 10,5 dolar tertekan "greenback" yang lebih kuat
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB