Investasi di NTT tumbuh 5,20 persen
Kamis, 4 Oktober 2018 16:09 WIB
Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga (kanan) ketika sedang memberikan keterangan pers. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi di daerah ini mengalami pertumbuhan sekitar 5,20 persen dalam triwulan II/2018.
"Tingkat pertumbuhan investasi tersebut mengalami peningkatan jika dibadingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 5,09 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Naek Tigor Sinaga di Kupang, Kamis (4/10).
Ia menjelaskan peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya realisasi investasi bangunan dari pemerinah dan swasta seperti infrastruktur kelistrikan, jalan raya, dan perhotelan.
Sinaga menambahkan salah satu fokus penyelesaian proyek investasi infrastruktur pemerintah dan swasta berupa pengembangan kawasan Labuan Bajo dalam rangka mempersiapkan kunjungan delegasi IMF-World Bank setelah mengikuti kegiatan rapat tahunan internasional di Bali pada Oktober 2018.
Di sisi lain, lanjutnya, konsumsi secara agregat mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 2,43 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya sebesar 4,69 persen (yoy).
Baca juga: Belgia berminat investasi vanili di Flores Timur
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga, lembaga non profit, dan pemerintah seluruhnya juga tumbuh melambat masing-masing menjadi 2,22 persen (yoy), 10,91 persen (yoy) dan 1,93 persen (yoy).
Dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 4,16 persen (yoy), 19,77 persen (yoy) , dan 4,13 persen (yoy).
Menurut Sinaga, kondisi ini tercermin pula dari peredaran komoditas antarprovinsi pada triwulan II yang terkontraksi lebih dalam sebesar -4,80 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya -1,00 persen (yoy).
"Ini mengindikasikan bahwa distribusi barang konsumsi yang didatangkan dari daerah lain menurun," katanya.
Selain itu, realisasi investasi yang lebih tinggi pada triwulan II belum banyak membutuhkan barang dan jasa yang didatangkan dari daerah lain seperti mesin dan tenaga kerja.
Baca juga: Investasi mangan di KIB mencapai Rp3 triliun
"Tingkat pertumbuhan investasi tersebut mengalami peningkatan jika dibadingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 5,09 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Naek Tigor Sinaga di Kupang, Kamis (4/10).
Ia menjelaskan peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya realisasi investasi bangunan dari pemerinah dan swasta seperti infrastruktur kelistrikan, jalan raya, dan perhotelan.
Sinaga menambahkan salah satu fokus penyelesaian proyek investasi infrastruktur pemerintah dan swasta berupa pengembangan kawasan Labuan Bajo dalam rangka mempersiapkan kunjungan delegasi IMF-World Bank setelah mengikuti kegiatan rapat tahunan internasional di Bali pada Oktober 2018.
Di sisi lain, lanjutnya, konsumsi secara agregat mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 2,43 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya sebesar 4,69 persen (yoy).
Baca juga: Belgia berminat investasi vanili di Flores Timur
Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga, lembaga non profit, dan pemerintah seluruhnya juga tumbuh melambat masing-masing menjadi 2,22 persen (yoy), 10,91 persen (yoy) dan 1,93 persen (yoy).
Dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 4,16 persen (yoy), 19,77 persen (yoy) , dan 4,13 persen (yoy).
Menurut Sinaga, kondisi ini tercermin pula dari peredaran komoditas antarprovinsi pada triwulan II yang terkontraksi lebih dalam sebesar -4,80 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya -1,00 persen (yoy).
"Ini mengindikasikan bahwa distribusi barang konsumsi yang didatangkan dari daerah lain menurun," katanya.
Selain itu, realisasi investasi yang lebih tinggi pada triwulan II belum banyak membutuhkan barang dan jasa yang didatangkan dari daerah lain seperti mesin dan tenaga kerja.
Baca juga: Investasi mangan di KIB mencapai Rp3 triliun
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Deputi Gubernur BI Juda Agung mundur, nama Wamenkeu muncul sebagai kandidat
19 January 2026 16:14 WIB
BI: Dampak penempatan dana Rp200 triliun di Himbara ke suku bunga kredit masih terbatas
23 December 2025 7:25 WIB
KPK akan mengusut anggota Komisi XI DPR 2019-2024 usai menahan dua tersangka
16 December 2025 9:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Prabowo meminta Menteri ATR kendalikan alih fungsi sawah untuk ketahanan pangan
29 January 2026 5:52 WIB