BPS NTT ajak media massa edukasi warga dukung Sensus Pertanian 2023
Selasa, 16 Agustus 2022 13:46 WIB
Koordinator Fungsi Reformasi dan Satu Data Indonesia BPS NTT Indra A. Souri, dalam seminar bertema "Publisitas Sensus Pertanian 2023" di Kupang, Selasa (16/8/2022). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak media massa agar berperan mengedukasi warga di NTT untuk mendukung pelaksanaan Sensus Pertanian (ST) pada 2023.
"Sensus Pertanian bisa memperoleh hasil yang optimal jika masyarakat memberikan informasi secara benar, tidak menambah atau mengurangi fakta, untuk itu kami sangat berharap peran insan media massa hadir mengedukasi warga melalui pemberitaan," kata Koordinator Fungsi Reformasi dan Satu Data Indonesia BPS NTT Indra Achmat Saouri, dalam seminar bertema "Publisitas Sensus Pertanian 2023" di Kupang, Selasa, (16/8/2022).
Ia menjelaskan BPS NTT akan menggelar Sensus Pertanian pada Mei 2023 dengan menyasar masyarakat yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Objek yang menjadi sasaran pelaksanaan sensus yaitu unit usaha perorangan atau rumah tangga, unit usaha pertanian lainnya dan perusahaan yang bergerak di bidang holtikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan.
Indra mengatakan pihaknya berkomitmen bahwa semua unit yang menjadi sasaran sensus tidak ada yang terlewatkan.
"Petugas BPS akan mendatangi setiap unit memotret kegiatan pertanian di masyarakat NTT hingga wilayah terkecil," katanya.
Ia mengatakan BPS hasil dari pelaksanaan sensus tidak memiliki kesalahan selama petugas melakukan inventarisasi dengan benar serta tanggapan dari warga yang menjadi objek sensus juga diberikan secara benar.
Oleh karena itu, kata dia dia dibutuhkan sikap yang jujur dari masyarakat dalam menyampaikan informasi sesuai fakta di lapangan.
"Teman-teman media massa sangat diharapkan dapat mengedukasi secara masif untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyampaikan informasi secara jujur dan benar," katanya.
Dengan informasi yang benar, kata dia maka akan menghasilkan data yang akurat sehingga bisa menjadi referensi bagi pemerintah atau negara untuk membuat berbagai kebijakan pembangunan ke depan.
Indra menambahkan pihaknya juga akan melaksanakan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh pemangku kebijakan untuk menyukseskan Sensus Pertanian 2023.
Di 2022 ini, kata dia pihaknya menyiapkan basis data yang menggambarkan kondisi pertanian di NTT yang bersifat sementara.
"Kami juga melakukan pemutakhiran data karena bisa jadi objek yang menjadi sasaran sensus sudah tidak ada, berganti atau berubah," katanya.
Baca juga: BPS: Long Form SP2020 Sikka sasar 6.000 rumah tangga
Baca juga: BPS catat Inflasi April NTT dipicu kenaikan harga transportasi 5,9 persen
"Sensus Pertanian bisa memperoleh hasil yang optimal jika masyarakat memberikan informasi secara benar, tidak menambah atau mengurangi fakta, untuk itu kami sangat berharap peran insan media massa hadir mengedukasi warga melalui pemberitaan," kata Koordinator Fungsi Reformasi dan Satu Data Indonesia BPS NTT Indra Achmat Saouri, dalam seminar bertema "Publisitas Sensus Pertanian 2023" di Kupang, Selasa, (16/8/2022).
Ia menjelaskan BPS NTT akan menggelar Sensus Pertanian pada Mei 2023 dengan menyasar masyarakat yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Objek yang menjadi sasaran pelaksanaan sensus yaitu unit usaha perorangan atau rumah tangga, unit usaha pertanian lainnya dan perusahaan yang bergerak di bidang holtikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan.
Indra mengatakan pihaknya berkomitmen bahwa semua unit yang menjadi sasaran sensus tidak ada yang terlewatkan.
"Petugas BPS akan mendatangi setiap unit memotret kegiatan pertanian di masyarakat NTT hingga wilayah terkecil," katanya.
Ia mengatakan BPS hasil dari pelaksanaan sensus tidak memiliki kesalahan selama petugas melakukan inventarisasi dengan benar serta tanggapan dari warga yang menjadi objek sensus juga diberikan secara benar.
Oleh karena itu, kata dia dia dibutuhkan sikap yang jujur dari masyarakat dalam menyampaikan informasi sesuai fakta di lapangan.
"Teman-teman media massa sangat diharapkan dapat mengedukasi secara masif untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyampaikan informasi secara jujur dan benar," katanya.
Dengan informasi yang benar, kata dia maka akan menghasilkan data yang akurat sehingga bisa menjadi referensi bagi pemerintah atau negara untuk membuat berbagai kebijakan pembangunan ke depan.
Indra menambahkan pihaknya juga akan melaksanakan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh pemangku kebijakan untuk menyukseskan Sensus Pertanian 2023.
Di 2022 ini, kata dia pihaknya menyiapkan basis data yang menggambarkan kondisi pertanian di NTT yang bersifat sementara.
"Kami juga melakukan pemutakhiran data karena bisa jadi objek yang menjadi sasaran sensus sudah tidak ada, berganti atau berubah," katanya.
Baca juga: BPS: Long Form SP2020 Sikka sasar 6.000 rumah tangga
Baca juga: BPS catat Inflasi April NTT dipicu kenaikan harga transportasi 5,9 persen
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan menteri pertanian China Tang Renjian divonis mati dengan penangguhan
30 September 2025 11:39 WIB
Sejumlah kepala daerah menyatakan dukungan percepatan hilirisasi perkebunan nasional
23 September 2025 6:08 WIB
Mendagri dorong revisi UU Pemerintah Daerah jadikan pertanian program wajib
22 September 2025 15:24 WIB
Kementan menggugat Tempo anggap tak tindak lanjuti rekomendasi Dewan Pers
17 September 2025 10:45 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Festival Lamaholot lolos KEN 2026 dan diyakini dongkrak pariwisata Lembata
27 January 2026 20:45 WIB