Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang mencatat 467 usaha ekraf aktif pada 2025

Sabtu, 31 Januari 2026 06:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Produk camilan dan kuliner lokal serta produk turunan tenun yang dipasarkan di Galeri Dekranasda Kota Kupang, NTT.  (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencatat sebanyak 467 usaha ekonomi kreatif (ekraf) yang aktif pada 2025, serta tersebar di berbagai subsektor dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Hasil monitoring tim kami hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 467 usaha ekraf yang didominasi oleh tiga subsektor unggulan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta di Kupang, NTT, Jumat (30/1).

Ia mengatakan ketiga subsektor tersebut meliputi kriya sebanyak 151 usaha, kuliner 128 usaha, dan fesyen 43 usaha. Ketiga subsektor ini dinilai mampu memperkuat ciri khas Kota Kupang dalam industri kreatif.

Sejumlah contoh produk kriya seperti tas, dompet, dan sejenisnya yang dimodifikasi dengan kain tenun. Sementara produk fesyen seperti jas, baju, dan rok berbahan tenun, serta produk kuliner berupa camilan pangan lokal atau makanan berbahan dasar kelor.

Josefina menambahkan sektor ekraf di Kota Kupang mengalami pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 berjumlah 287 usaha, meningkat menjadi 413 usaha pada 2023, dan 460 usaha pada 2024.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan terbukanya peluang industri kreatif di tengah masyarakat, sehingga diperlukan ruang-ruang baru untuk mewadahi pemasaran produk ekraf.

“Ke depan, tentu perlu diperluas event seperti Saboak Koepan di Taman Nostalgia Kupang agar melibatkan semakin banyak pelaku ekraf,” ujarnya.

Pemkot Kupang juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan bagi pelaku ekraf.

Sebelumnya, pada 19-20 Juni 2025, Dinas Pariwisata Kota Kupang menggelar pelatihan kriya rajutan kombinasi tenun kepada 25 peserta perempuan, yang terdiri atas ibu rumah tangga, pelaku ekraf, hingga generasi muda Gen Z.

Produk-produk hasil pelatihan tersebut didorong untuk dipasarkan dalam bazar UMKM Saboak Koepan guna meningkatkan motivasi para peserta untuk terus berkarya.

Josefina mengatakan sektor ekraf di Kota Kupang masih memiliki potensi besar ke depannya, sehingga perlu kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan guna membawa dampak nyata bagi pembangunan daerah.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026