Emas jatuh lagi diakhir perdagangan
Sabtu, 20 Agustus 2022 8:12 WIB
Dokumentasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria, Jumat (18/3/2016). ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/am.
Chicago (ANTARA) - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari kelima berturut-turut sekaligus mencatat kerugian mingguan, terseret dolar AS yang lebih kuat di tengah Federal Reserve yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih besar.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,30 dolar AS atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 1.762,90 dolar AS per ounce. Untuk minggu ini, kontrak emas Desember kehilangan hampir 53 dolar AS atau 2,90 persen.
Emas berjangka tergelincir 5,50 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.771,20 dolar AS per ounce pada Kamis (18/8), setelah jatuh 13 dolar AS atau 0,73 persen menjadi 1.776,70 dolar AS pada Rabu (17/8), dan tergelincir 8,40 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.789,70 dolar AS pada Selasa (16/8).
Dolar AS yang diperdagangkan terbalik terhadap emas, mulai merangkak naik. Pada Jumat (19/8), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya menguat jauh lebih tajam mencapai tertinggi lima minggu di 108,14.
"Emas bergerak lebih rendah lagi karena dolar terus mendapat dukungan kuat," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA. "Kebangkitan greenback telah sangat membebani logam kuning yang sudah melihat aksi ambil untung setelah mencapai 1.800 dolar AS," katanya pula.
Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan pada sebuah acara di negara bagian Maryland AS pada Jumat (19/8) bahwa ia percaya Federal Reserve akan melakukan apa yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke tingkat target Fed sebesar 2,0 persen, tetapi itu tidak mungkin terjadi segera.
Komentarnya mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS, yang semakin mengurangi daya tarik emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 39,5 sen atau 2,03 persen, menjadi ditutup pada 19,069 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 16,9 dolar AS atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 888 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas tergelincir 5,5 dolar
Baca juga: Emas jatuh 13 dolar, perpanjang kerugian
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas jatuh lagi karena Fed pertimbangkan suku bunga naik lebih besar
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,30 dolar AS atau 0,47 persen menjadi ditutup pada 1.762,90 dolar AS per ounce. Untuk minggu ini, kontrak emas Desember kehilangan hampir 53 dolar AS atau 2,90 persen.
Emas berjangka tergelincir 5,50 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.771,20 dolar AS per ounce pada Kamis (18/8), setelah jatuh 13 dolar AS atau 0,73 persen menjadi 1.776,70 dolar AS pada Rabu (17/8), dan tergelincir 8,40 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.789,70 dolar AS pada Selasa (16/8).
Dolar AS yang diperdagangkan terbalik terhadap emas, mulai merangkak naik. Pada Jumat (19/8), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya menguat jauh lebih tajam mencapai tertinggi lima minggu di 108,14.
"Emas bergerak lebih rendah lagi karena dolar terus mendapat dukungan kuat," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA. "Kebangkitan greenback telah sangat membebani logam kuning yang sudah melihat aksi ambil untung setelah mencapai 1.800 dolar AS," katanya pula.
Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan pada sebuah acara di negara bagian Maryland AS pada Jumat (19/8) bahwa ia percaya Federal Reserve akan melakukan apa yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke tingkat target Fed sebesar 2,0 persen, tetapi itu tidak mungkin terjadi segera.
Komentarnya mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS, yang semakin mengurangi daya tarik emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 39,5 sen atau 2,03 persen, menjadi ditutup pada 19,069 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 16,9 dolar AS atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 888 dolar AS per ounce.
Baca juga: Emas tergelincir 5,5 dolar
Baca juga: Emas jatuh 13 dolar, perpanjang kerugian
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas jatuh lagi karena Fed pertimbangkan suku bunga naik lebih besar
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menyita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 miliar pada kasus barang KW
06 February 2026 7:23 WIB
Menpora memuji Kontingen Indonesia bawa pulang 135 medali emas dari APG 2025
26 January 2026 15:22 WIB
APG 2025 - Rafli dan Novia tambah dua emas untuk Indonesia lewat para judo
23 January 2026 17:56 WIB
ASEAN Para Games 2025: Siti Alfiah sumbang emas pertama dari para renang dalam
21 January 2026 11:57 WIB
Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda baru mulai beroperasi tahun ini
14 January 2026 11:22 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB