
Merajut Persatuan di Hari Nusantara

Meskipun sudah menjadi agenda tahunan, puncak Hari Nusantara kali ini tetap strategis, karena diharapkan mampu mendorong kesadaran berbangsa dan bernegara yang berbhinneka tunggal ika.
Kupang (Antara NTT) - Pentingnya menggelorakan kembali semengat persatuan bangsa di tengah situasi politik bangsa saat ini, membawa atmosfer tersendiri dalam perhelatan Nasional Hari Nusantara, Selasa (13/12) lalu yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Meskipun sudah menjadi agenda tahunan, puncak Hari Nusantara kali ini tetap strategis, karena diharapkan mampu mendorong kesadaran berbangsa dan bernegara yang berbhinneka tunggal ika.
Sebanyak 34 provinsi berkumpul dan duduk bersama dalam Hari Nusantara yang hari itu diselimuti oleh hujan nanderas sejak pukul 08.00 hingga pukul 14.30 WITA.
Namun, hujan yang deras tersebut tak membuat peringatan penuh persatuan itu dibatalkan, bahkan lima tenda besar yang disiapkan oleh panitiapun penuh oleh seluruh masyarakat di daerah itu dan daerah lain di luar NTT yang menghadiri peringatan Hari Nusantara tersebut.
Paduan suara dari sejumlah pelajar dari Kabupaten Lembata, menutup derasnya hujan yang terus menguyur lokasi dilaksanakannya peringatan Hari Nusantara 2016 itu.
Kementerian Dalam Negeri selaku panitian utama Hari Nusantara 2016 menilai momen Hari Nusantara dapat menjadi perekat persatuan rakyat Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
"Melalui hari bersejarah bagi nusantara ini, mari kita gelorakan kembali semangat persatuan Indonesia yang berwawasan nusantara," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Beberapa waktu terakhir kebhinnekaan bangsa Indonesia memang tengah diuji oleh kelompok-kelompok tertentu. Namun, hal tersebut tak memberikan dampak yang buruk bagi bangsa Indonesia.
Berbagai kegiatan seperti Nusantara Bersatu digelorahkan di berbagai daerah merupakan bagian dari salah satu cara bangsa ini mempererat persatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
Selain itu, Mendagri menambahkan melalui Hari Nusantara energi bangsa dapat disalurkan secara positif untuk membangun kawasan pesisir Indonesia.
Hal ini merujuk pada setiap kali dilaksanakannya perayaan Hari Nusantara selalu dipilihlokasi di pinggir pantai sebagai bagian dari wilayah pesisir Indonesia.
Pelaksanaan Hari Nusantara di pinggir pantai sendiri akan mendorong pembangunan di kawasan tersebut (Lembata), baik dari sisi potensi daerahnya, sarana prasarananya, seperti hotel dan transportasi serta bagian dari mempromosikan daerah Lembata sebagai salah satu unggulan destinasi wisata di Indonesia.
Peringatan Hari Nusantara di Lembata sendiri bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, yang berarti terdapat keseimbangan antara matra darat dan matra laut itu sendiri.
Disamping itu, juga Hari Nusantara menjadikan bidang kelautan sebagai arus utama pembangunan nasional dan menghasilkan model pembangunan yang teringrasi lintas sektor bagi daerah terdepan, terpencil dan tertinggal.
"Hal ini juga bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang mampu mensejaterahkan rakyatnya," ujar Mendagri.
Mendagri juga mengingatkan bahwa Visiporos maritim bisa terwujud apabila ada kebijakan dan program pendukung yang tepat, efektif dan kompetitif, sebab program-program pembangunan kelaiutan tersebar di berbagai Kementerian/lembaga.
Oleh karena itu, perlu pembangunan yang terintergrasi oleh berbagai kementerian/Lembaga melalui kegiatan Hari Nusantara.
Percepatan Pembangunan Lembata
Lembata hanyalah sebuah gugusan kepulauan dengan luas daratan sekitar 126.684 hektare yang diapiti oleh beberapa pulau di antaranya seperti Pulau Adonara, Solor dan Kepulauan Alor.
Dari luas daratan tersebut, tercatat sekitar 71,46 hektare dimanfaatkan bagi pengembangan kawasan pemukiman dan budi daya nonpertanian, sedangkan 55.202 hektare sisanya diperuntukkan bagi pengembangan potensi pertanian.
Sejak ditetapkan Lembata menjadi lokasi penyelenggaraan Hari Nusantara 2016, segenap aparat pemerintah dan masyarakat provinsi NTT, terutama Kabupaten Lembata, bahu membahu membangun dan mempercantik kawasan pantai Lewoleba.
Hari Nusantara 2016 yang mengangkat tema "Tata kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik menuju poros maritim dunia" diharapkan mampu mengubah stigma bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan dari darat menjadi laut, menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai arus utama pembangunan nasional.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam pidatonya mengatakan kegiatan Hari Nusantara yang terpusat di Lembata turut membantu membangun dan mempercepat infrastruktur di daerah NTT.
"Kegiatan ini juga akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah NTT selain di Kabupaten Lembata yang juga masih terbilang terpencil ini," ujarnya.
Gubernur NTT justru menilai bahwa Hari Nusantara 2016 di Kabupaten Kupang terbilang sukses walaupun masih banyak yang kurang dalam persiapan, karena sejumlah penginapan memang belum banyak di daerah itu.
Pemerintah kabupaten Lembata juga akhirnya meminta bantuan masyarakat agar rumah-rumah warga dapat dijadikan sebagai lokasi penginapan bagi para tamu.
Bantuan Pemerintah
Potensi pariwisata di Lembata banyak diminati oleh wisatawan tidak hanya dari luar negeri tetapi juga dari dalam negeri.
Oleh sebab itu, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan mengatakan pemerintah akan membangun bandara di Lembata dengan tujuan agar bisa menambah kunjungan wisatawan ke daerah itu.
"Potensi pariwisatanya sangat bagus, oleh karena itu kami akan dorong terus untuk pembangunan bandara Lembatam sehingga nantinya dapat disingahi pesawat sejenis jet yang membawa wisatawan," ujarnya.
Menurutnya, keindahan Lembata dengan banyaknya lokasi wisata di daerah itu dapat menjadi lokasi pariwisata yang dapat membantu untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) daerah tersebut juga.
"Sangat indah kalau lihat dari sini, ada Gunung Ile Boleng, Wisata bawah laut untuk diving, serta tradisi menangkap ikan paus dengan cara tradisional, serta wisata lainnya," tambahnya.
Ia mengharapkan ke depannya kabupaten tersebut dapat terus berkembang dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki daerah tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
