Opini - Para capres dan komitmen mereka pada pembangunan petani Indonesia

id Petani muda,program capres,pilpres 2024,anies baswedan,prabowo subianto,ganjar pranowo,opini,telaah Oleh Entang Sastraatmadja*)

Opini - Para capres dan komitmen mereka pada pembangunan petani Indonesia

Petani muda memanen cabai keriting di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/1/2024). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

...Masyarakat sendiri, sebenarnya sedang menunggu "jaminan" seperti apa yang kini berada di benak ketiga Capres tersebut dalam mengajak kaum muda untuk mau menggeluti profesi petani padi sebagai mata pencaharian hidupnya
Jakarta (ANTARA) - Tidak ada yang menentang pendapat, dari ketiga Calon Presiden (capres) yang ikut "bertarung" dalam Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden 14 Pebruari 2024, salah satunya pasti akan ada yang terpilih menjadi Presiden NKRI 2024-2029.

Mau satu putaran atau dua putaran, salah satu di antara Anis Baswedan, Prabowo Subianto, maupun Ganjar Pranowo itulah yang akan diberi kehormatan dan tanggung jawab untuk memimpin bangsa dan negara selama 5 tahun ke depan.

Sekalipun di masa kampanye Pemilihan Presiden/Wakil Presiden sejak 28 November 2023, suhu politik makin menghangat, namun banyak hal yang dapat diambil dari proses Pemilihan Presiden/Wakil Presiden ini.

Semua pihak menjadi tahu dan memahami bagaimana karakter seorang Anies Baswedan dalam menyampaikan cara pandang atas sebuah masalah.

Semua tahu bagaimana cara Prabowo Subianto mencari solusi atas permasalahan bahkan jadi paham bagaimana pemahaman Ganjar Pranowo terhadap soal-soal krusial pembangunan yang sedang dilakoni.

Setiap Calon Presiden, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung dari sudut mana memandang.

Tulisan kali ini, tidak akan membahas hal-hal semacam itu. Yang ingin didalami adalah bagaimana pemikiran ketiga Calon Presiden ini terhadap nasib dan kehidupan petani di negeri ini, khususnya terkait dengan semakin menurunnya minat kaum muda perdesaan untuk menggeluti profesi petani padi.

Setiap Caon Presiden, pasti memiliki persepsi masing-masing terhadap potret petani di Tanah Air ini.

Anies Baswedan berpandangan dan menggagas langkah nyata untuk menyejahterakan petani. Diawali dengan kekurang-sepakatannya dengan pengembangan Food Estate, Anies lebih memilih untuk mengembangkan "contract farming" dalam menata pembangunan petani ke depan.

Ia berpendapat pola "contract farming" lebih memungkinkan untuk meraih keberhasilan ketimbang kegagalannya.

Berbeda dengan Anies, Prabowo menyatakan akan terus mengembangkan Food Estate secara lebih berkualitas lagi. Prabowo optimistis Food Estate bakal mampu memakmurkan petani.

Dalam debat Capres yang digelar oleh KADIN, Prabowo malah berobsesi agar petani Indonesia mampu berkiprah seperti petani di Jerman.

Pagi bekerja jadi petani, malamnya langsung bersantai di cafe-cafe kawula muda. Kondisi ini jelas sangat berbeda dengan yang terjadi di negara ini. Profesi petani masih cenderung identik dengan suasana kemiskinan dan modernitas.

Sementara Ganjar Pranowo sendiri, lebih memilih melakukan perbaikan dalam penyiapan berbagai faktor produksi seperti ketersediaan benih, pupuk, irigasi dan kehadiran Penyuluh Pertanian dalam proses percepatan kesejahteraan petani.

Bagi Ganjar Pranowo, kemudahan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi hal yang sangat prioritas untuk ditempuh.

Selain itu, penguatan kelembagaan petani penting untuk dioptimalkan, sehingga kehadiran dan keberadaannya mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan petani dan keluarganya.


Sejahterakan petani