
DBD di Sabu Raijua sudah tertangani

DBD sempat menyerang Sabu Raijua, namun berhasil diatasi setelah korbannya menjalani perawatan di RS setempat..
Kupang (ANTARA News NTT) - Penjabat Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sebelumnya sempat menyerang warga di daerah sudah tertangani.
"Di Sabu ada sekitar dua warga sebelumnya dilaporkan terkena DBD, mereka dibawa ke rumah sakit dan sekarang sudah berhasil tertangani," kata Nikodemus kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, Minggu (3/1).
Ia menjelaskan, kasus DBD di daerahnya sempat terjadi pada Desember 2018, namun para penderita sudah sembuh setelah berobat di rumah sakit.
Nikodemus mengatakan, setelah kasus tersebut, pihaknya juga langsung menanggapi dengan melakukan langka pencegahan berupa pengasapan.
Pihaknya juga intensif mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi sumber penyebab terjadinya DBD.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT mencatat hingga akhir Januari 2019, hampir semua kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu, terserang DBD dengan jumlah kasus 1.317 pasien.
Dari jumlah tersebut, 15 penderita di antaranya dilaporkan meninggal dunia karena tidak bisa tertolong.
"Angka kasus DBD masih dalam batas rendah, sehingga pemerintah Provinsi NTT belum bisa menetapkan sebagai KLB," kata Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominikus Minggu Mere.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena dari 22 kabupaten/ kota di NTT, baru sembilan kabupaten dan satu kota saja yang melaporkan dampak serangan
DBD.Baca juga: DBD di NTT belum masuk KLB
Baca juga: Asita: DBD sensitif bagi wisatawan Eropa-Amerika
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
