Bupati Nikodemus minta bandara baru segera dibangun di Sabu

id bandara baru

Bupati Nikodemus minta bandara baru segera dibangun di Sabu

Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke (ANTARA FOTO/Aloysius Lewokeda)

Pemerintah pusat diminta segera membangun bandara baru di Sabu Raijua, karena proses pembebasan lahan untuk bandara baru sudah selesai dilakukan.
Kupang (ANTARA) - Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke meminta pemerintah pusat segera membangun bandara baru di Sabu Raijua, karena proses pembebasan lahan untuk bandara baru sudah selesai dilakukan pemerintahan setempat.

"Kami berharap agar pembangunan bandar udara baru di Sabu Raijua segera diwujudkan, karena Bandara Terdamu saat ini hanya bisa melayani pesawat-pesawat berukuran kecil, seperti Susi Air dan sejenisnya," katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat (14/2).

Nikodemus menyatakan optimistis bahwa akses ke pulau terdepan Nusantara di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur itu akan jauh lebih lancar jika pulau di tengah kepungan Samudera Hindia itu segera punya bandara baru.

"Arus transportasi udara dari dan ke Sabu melalui Bandara Terdamu amat sangat terbatas, karena hanya dilayani pesawat berbadan kecil dengan kapasitas sekitar 12 orang penumpang," ujarnya.

Nikodemus menambahkan bahwa pemerintahannya telah menyerahkan sertifikat lahan untuk pembangunan bandara baru ke Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Baca juga: Dishub proses penyerahan sertifkat lahan bandara baru Sabu Raijua
Baca juga: Bandara Sabu Seba dibangun tahun depan
Pesawat Susi Air, salah satu maskapai penerbangan yang melayani lalu lintas udara di Nusa Tenggara Timur, seperti Kupang-Sabu, pp. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
Lahan yang dipersiapkan berukuran panjang panjang 3.000 meter dan lebar 500 meter dan sudah dilakukan pengamanan dengan membangun jalan inspeksi keliling.

“Jadi proses selanjutnya tinggal menunggu dari Pusat karena pertimbangan teknis lainnya ada di kementerian terkait sehingga kami di daerah siap menanti aksi dari sana,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait kapan pembangunan bandara baru dimulai, namun dia berharap agar segera terealisasi dalam tahun ini.

Menurut dia, infrastruktur bandara sangat dibutuhkan pemerintah dan masyarakat di daerahnnya untuk membuka keterisolasian wilayah terutama pada saat cuaca buruk menimpa wilayah perairan laut.

“Pada saat itu, kapal-kapal feri dan kapal-kapal milik PT Pelni tidak ada yang berani ke Pulau Sabu, sehingga harapan kami satu-satunya melalui udara," ujarnya.

Jarak pelayaran dari Kupang dan Sabu sejauh sekitar 115 mil atau dapat ditempuh selama 14 jam dengan kapal laut, sehingga masyarakat Sabu dan Raijua serta pemerintahannya sangat mengharapkan segera dibangun pelabuhan udara di lahan yang telah disiapkan..

Baca juga: Pembangunan bandara baru di Sabu menunggu anggaran pusat
Baca juga: 150 hektare lahan untuk bangun bandara baru di Sabu Raijua

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar