Tanoni diundang ke Konferensi Adat Dunia di Australia

id FT ABOROGIN

Tanoni diundang ke Konferensi Adat Dunia di Australia

Ketua Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni (Kanan) bersalaman dengan DR Jacky Huggins, Ketua Bersama National Congress of Australia's First People di Markas Besarnya di Sydney, belum lama ini. (ANTARA Foto/Ist)

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni diundang untuk menghadiri Konferensi Perumahan Adat Dunia (World Indigenous Housing Conference/WIHC) 2019 yang akan diadakan di Gold Coast, Australia pada tanggal 20-24 Mei 2019.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni diundang untuk menghadiri Konferensi Perumahan Adat Dunia (World Indigenous Housing Conference/WIHC) 2019 yang akan diadakan di Gold Coast, Australia pada tanggal 20-24 Mei 2019.

Konferensi yang sangat penting ini diselenggarakan di bawah naungan Kongres Nasional Penduduk Pribumi Australia (Suku Aborigin) dan mendapat dukungan dari Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Adat, Ms Victoria Tauli-Corpuz, katanya kepada pers di Kupang, Senin (18/2).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya menerima undangan dari Chief Executive Officer (CEO) National Congress of Australia`s First People, Gary Oliver?pada hari Jumat (15/2).

Dalam surat undangannya antara lain Oliver mengatakan bahwa tidak diragukan lagi pentingnya hubungan yang langsung antara perumahan dan kesehatan, pendidikan, keselamatan domestik dan masyarakat dan aspek kesejahteraan lainnya.

Selama orang Aborigin dan Kepulauan Selat Torres tidak dapat memperoleh perumahan yang layak, semua indikator kesejahteraan sosial lainnya bagi masyarakat, kemungkinan akan terkena dampak negatif.

WIHC 2019 adalah proyek prioritas untuk Kongres Nasional guna menarik perhatian dan komitmen terhadap perbaikan dalam penyediaan perumahan yang memadai bagi masyarakat Aborigin dan Kepulauan Selat Torres dan orang-orang asli lainnya secara global.

Konferensi Perumahan Masyarakat Adat Dunia juga akan membawa sorotan internasional untuk masalah-masalah umum yang dialami banyak orang asli di seluruh dunia.

Baca juga: Gereja-Masjid diminta doakan kasus Montara

WIHC 2019 akan memberikan kesempatan untuk mengumpulkan dukungan internasional guna perbaikan perumahan Aborigin dan Kepulauan Selat Torres.

Jika kita dapat menunjukkan garda yang kuat dan bersatu dalam masalah ini dalam acara ini, kita akan berada dalam posisi untuk mempengaruhi pemerintah guna mengembangkan kebijakan yang lebih baik dan menyediakan lebih banyak sumber daya sehingga rakyat kita mencapai hak dasar yang layak, katanya.

Kami menantikan dukungan Anda dan bertemu dengan Anda di Konferensi Perumahan Adat Dunia 2019 di Australia, demikian harapan Oliver dalam surat undangan nya kepada Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor ini.

Menurut mantan agen Imigrasi Australia untuk wilayah timur Indonesia ini, akan diselenggarakan Perayaan Budaya Adat, Pertemuan Masyarakat Adat, konser khusus yang menampilkan pemain orang asli terkemuka di dunia termasuk Yothu Yindi dan Proyek Perjanjian, Archie Roach, Stan Walker, Leonard Sumner, Joy Harjo, Rochelle Pit, Casey Donovan, dan Yesaya Firebrace.

Sementara para Pembicara Utama WIHC 2019 adalah Ferdi Tanoni, Victoria Tauli-Corpuz, Pelapor Khusus PBB tentang hak-hak Masyarakat Adat (Filipina), Ivan Simon, Ketua Bersama NATSIHA (Australia), Stan Grant, Analis Urusan Global dan Adat, ABC (Australia).

Sorotan Pembicara lainnya termasuk,Victoria Carroll (NZ), Margaret Pfoh (Kanada), Roger Boyd (AS), Prof. Tom Calma (Australia), Patricia Turner (Australia), dan Andrew Leach (Kanada).

Baca juga: Presiden Jokowi diminta tegas kepada Australia soal Montara
Baca juga: Indonesia selesaikan kasus Montara lewat pengadilan internasional
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar