Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur(NTT) membangun enam rumah ibadah di satu lokasi di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang kemudian dinamakan Kampung toleransi.
"Sebagai Kepala daerah tentu saya merasa bangga karena rencana pembangunan enam rumah ibadah di satu lokasi ini bisa terwujud setelah sebelumnya ada masalah pembebasan lahan," kata Bupati Kupang Ayub Titu Eki kepada wartawan di Kupang, Sabtu.
Hal ini disampaikannya usai melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah untuk enam agama itu bersama Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, serta sejumlah tokoh dari enam agama itu.
Enam rumah ibadah yang akan dibangun secara berdampingan tersebut yakni untuk Agama Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha serta Konghucu.
Ia menilai pembangunan enam rumah ibadah tersebut merupakan perekat untuk menjalin keharmonisan serta toleransi antarumat beragama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini di daerah itu.
"Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam rencana awal pembangunan kampung toleransi ini," tuturnya.
Ketua Panitia Pembangunan Kampung Toleransi Anselmus G Djobo mengatakan pembangunan Kampung Toleransi itu bertujuan untuk memperat nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama karena masyarakat beraktivtias dan beribadah dalam kompleks yang sama.
"Kita ingin agar nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan tetap dipupuk dan selalu terjaga erat melalui aktivitas sehari-hari," kata Anselmus yang juga penggagas pembangunan Kampung Toleransi itu.
Selain itu, lanjut dia, juga sebagai benteng pertahanan iman dari pengaruh-pengaruh ideologi tertentu yang akan memecah belah persatuan antarumat di daerah ini.
Menurut dia, Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia oleh karenanya pembangunan pertahanan tidak hanya diperkuat dari sisi militer namun juga sisi iman karena jika masyarakat sudah hidup rukun secara bersama-sama akan sulit dipengaruhi.
Kampung toleransi
Sementara itu, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan keberadaan Kampung Toleransi yang akan segera dibangun membuktikan NTT sebagai provinsi yang mempunyai toleransi umat beragama terbaik di Indonesia.
"Tentunya dengan berdirinya kampung toleransi ini, predikat NTT menjadi daerah paling toleran antarumat beragama di Indonesia bisa dipertahankan," katanya.
Hal ini disampaikannya usai bersama Bupati Kupang Ayub Titu Eki, serta sejumlah tokoh agama dari enam agama di daerah itu melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah untuk enam umat beragama Kabupaten Kupang.
Enam rumah ibadah yang akan dibangun secara berdampingan tersebut yakni Agama Katolik, Agama Kristen Protestan, Agama Islam, Agama Hindu, Agama Budha serta Agama Konghucu.
Mantan Wakil Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengatakan, ia sendiri sudah mendengar banyak soal NTT yang memiliki toleransi umat beragama terbaik di Indonesia ini.
"Saya berharap toleransi yang telah dibangun di NTT ini bisa menyebar ke daerah lain di Indonesia ini agar toleransi umat beragama yang diidam-idamkan dapat terwujud dengan baik," tuturnya.
Menurutnya toleransi umat beragama merupakan salah satu cara untuk mempersatukan bangsa dan negara ini yang akhir-akhir ini mengalami gangguan yang bisa berujung pada perpecahan antarumat beragama.
Sementara itu Brigjen TNI Heri Wiranto yang juga turut hadir sekaligus penggagas dari pembangunan kampung toleransi tersebut menilai, untuk tetap menjaga toleransi umat beragama, diperlukan pembangunan rumah-rumah ibadah yang saling berdekatan seperti yang terjadi di Kabupaten Kupang.
"Salah satu cara untuk menjaga toleransi adalah membangun tempat-tempat ibadah berdekatan seperti yang dilakukan di Kupang ini," kata mantan Danrem Korem 161/Wirasakti Kupang yang baru saja diganti oleh Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.
Lebih lanjut Teguh Muji Angkasa juga menambahkan dirinya sendiri mengatakan dirinya sangat mendukung gagasan pembangunan tersebut dan juga merasa bangga dengan pembangunan tersebut.

