Logo Header Antaranews Kupang

Wali Kota Kupang mendorong percepatan eliminasi kanker serviks

Sabtu, 12 Juli 2025 23:51 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo saat membuka kegiatan Sosialisasi Road To Zero HPV di Kupang, Sabtu (12/7/2025). (LANTARA/HO-Pemkot Kupang

Kupang, NTT (ANTARA) - Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dr. Christian Widodo mendorong percepatan eliminasi kanker leher rahim (serviks) melalui kolaborasi lintas sektor dengan menekankan upaya edukasi dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).

Wali Kota Christian di Kupang, Sabtu, menekankan tiga strategi penting dalam pencegahan kanker serviks, yakni edukasi dan sosialisasi, vaksinasi HPV, serta skrining berkala.

“Jika ketiga langkah ini dijalankan secara konsisten, maka upaya pencegahan dapat lebih optimal. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan,” katanya saat membuka kegiatan sosialisasi "Road To Zero HPV: Langkah Berkelanjutan dalam Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia".

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan visi besar Pemerintah Kota Kupang.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan sosialisasi ini mampu mempercepat eliminasi kanker serviks di wilayah Kota Kupang demi mencapai visi tersebut.

Pada tahun 2024 Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan skrining terhadap lebih dari 18 ribu perempuan dan menjadi lokasi proyek percontohan pemeriksaan HPV-DNA dengan metode co-testing IVA.

Selain itu, Kota Kupang juga mulai mengembangkan program vaksinasi HPV bagi perempuan dewasa, sebagai pelengkap program nasional vaksinasi untuk anak sekolah.

Terkait aspek teknis vaksinasi, Christian menjelaskan bahwa anak-anak di bawah usia 15 tahun membutuhkan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan, sementara usia di atas 15 tahun membutuhkan tiga dosis (pada bulan ke-0, ke-2, dan ke-6).

“Vaksinasi harus dilakukan secara lengkap dan konsisten,” katanya menegaskan.

Pada kesempatan itu, ia turut menekankan komitmen pemerintah kota dalam mendukung upaya melalui kolaborasi lintas sektor.

“Penanganan kanker serviks ini bukan perjalanan pendek. Ini perjalanan panjang yang harus ditempuh bersama. Kalau kita mau cepat, kita bisa berjalan sendiri, tapi kalau ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinkes Kota Kupang drg. Retnowati mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilatarbelakangi masih rendahnya kesadaran dan akses terhadap skrining maupun vaksinasi HPV.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong partisipasi aktif perempuan dalam vaksinasi dan deteksi dini, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat” katanya.

Ia berharap dengan keterlibatan lintas sektor, kegiatan Road to Zero HPV menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi perempuan dan memperkuat perlindungan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026