
Pemkot Kupang dan BPOM berkolaborasi vaksinasi HPV bagi 370 perempuan

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) berkolaborasi meningkatkan derajat kesehatan perempuan melalui vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) bagi 370 perempuan di wilayah itu.
“Vaksin ini sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat fondasi kehidupan generasi bangsa ke depan melalui perempuan,” kata Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt di Kupang, Selasa.
Ia menjelaskan, vaksinasi HPV tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Kupang.
Kegiatan vaksinasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 3-4 Februari 2026. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 370 peserta telah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi, jumlah yang jauh melampaui target awal sebanyak 100 peserta.
“Per hari ini sudah ada 370 peserta yang mendaftar untuk divaksin. Ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan,” ujarnya.
Jeffry menegaskan vaksinasi HPV harus dilakukan secara lengkap agar manfaatnya optimal. Karena itu, vaksin lanjutan akan diberikan dua bulan dan enam bulan setelah vaksin tahap pertama, dengan jumlah peserta yang diharapkan tetap sama.
“Jika tahapan lanjutan tidak dilakukan, maka manfaat vaksinasi tidak dapat diperoleh secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Kupang Sem Lapik menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Sejuta Vaksin HPV yang diluncurkan secara nasional oleh Badan POM bekerja sama dengan Korpri Nasional dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan POM.
Gerakan ini menjadi bagian penting dari peringatan HUT ke-25 Badan POM, HUT ke-54 Korpri Nasional, dan HUT ke-26 DWP Badan POM, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden RI di bidang kesehatan serta target Kementerian Kesehatan untuk eliminasi kanker serviks pada 2030.
“Vaksinasi HPV merupakan langkah preventif yang jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan,” kata Sem.
Ia menjelaskan, vaksin HPV terbukti aman dan efektif, mampu mencegah hingga 90 persen kasus kanker serviks, dengan perlindungan jangka panjang. Keamanan vaksin HPV, juga telah dipastikan Badan POM bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan efek samping yang umumnya ringan.
Pada kesempatan sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang dr. Widya Cahya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan vaksinasi tersebut.
Ia menilai antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran perempuan, termasuk remaja dan perempuan muda, terhadap pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.
“Remaja hari ini adalah calon ibu ke depan. Artinya, ibunya harus sehat lebih dulu. Karena itu, kegiatan ini sangat baik dan sangat bermanfaat,” katanya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
