Logo Header Antaranews Kupang

Komisi B Minta Distribusi Benih Tepat Waktu

Sabtu, 6 Oktober 2012 08:36 WIB
Image Print

Kupang (Antara NTT) - Komisi B DPRD Nusa Tenggara Timur meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat mendistribusi benih tepat waktu agar masyarakat dapat memanfaatkan secara maksimal dalam menghadapi musim tanam.

Selain itu, kata Sekretaris Komisi B DPRD NTT Stanislaus Ngawang di Kupang, Sabtu, benih yang akan disalurkan kepada masyarakat petani harus melalui proses uji laboratorium untuk mengukur baik buruknya kualitas benih tersebut.

"Pemerintah harus berani memutus mata rantai distribusi benih dengan memberi ruang kepada masyarakat untuk melakukan penangkaran agar lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun jarak dengan tetap memperhatikan kualitas," katanya.

Ia menambahkan Komisi B mendukung Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT untuk penambahan alokasi anggaran sebesar Rp909,9 juta untuk penambahan cadangan bibit kacang hijau, shorgum dan pestisida.

"Langkah yang diambil dinas bersangkutan cukup tepat sebagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gagal tanam atau rawan pangan akibat kemarau tahun ini," ujarnya.

Penambahan anggaran sebanyak itu untuk cadangan benih shorgum sebanyak 1.000 kilogram senilai Rp7,5 juta, kacang hijau 7.500 kilogram senilai Rp187,5 juta dan sayur-sayuran Rp50 juta.

Cadangan pestisida Rp300 juta, cadangan pompa air 25 unit Rp195 juta, dana pengiriman paket Rp105,9 juta dan pendampingan atau biaya antar bantuan sebesar Rp65 juta.

Terkait dengan kegiatan expo, Komisi B memandang positif, namun mengharapkan agar kegiatan tersebut memberikan nilai tambah dalam pengembangan bidang pertanian dan perkebunan khususnya dalam upaya peningkatan produksi jagung.

Secara terpisah anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan Hironimus Banafanu mengingatkan pemerintah untuk sungguh-sungguh memperhatikan pelaksanaan perubahan anggaran berdasarkan kebutuhan nyata dan terseleksi sesuai skala prioritas.

Menurut dia perubahan anggaran APBD NTT 2012 hendaknya tetap memperhatikan berbagai variabel yang sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat seperti perubahan iklim dengan musim kering berkepanjangan dapat mengakibatkan kekeringan, kekurangan air bersih dan rawan pangan.

"Perlu kerja keras dan serius agar berbagai program dan kegiatan tambahan melalui pergeseran, penambahan maupun pengalihan dapat dilaksanakan sesuai dengan sisa waktu yang tersedia, terutama penyaluran bibit kepada petani agar tepat waktu," katanya.



Pewarta :
Editor: Ibnu
COPYRIGHT © ANTARA 2026