Logo Header Antaranews Kupang

Dinkes Kupang memperluas skrining TBC lewat kolaborasi layanan kesehatan

Selasa, 16 September 2025 15:30 WIB
Image Print
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining gejala TBC di aula GMIT Gunung Sinai Naikolan, Kupang, Selasa (16/9/2025). ANTARA/Yoseph Boli Bataona

Kupang, NTT (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperluas skrining atau deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) melalui pelayanan kesehatan bersama yang berlangsung pada 16-19 September 2025 di wilayah setempat.

Pelayanan ini merupakan program inisiasi Dinkes Provinsi NTT berkolaborasi dengan Dinkes Kota Kupang, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ben Mboi Kupang, serta sejumlah puskesmas.

“Dalam kolaborasi ini pelayanan utama yang diberikan berupa pemeriksaan dengan mobile X-ray rontgen dada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Kupang Tiurmasari Saragih di Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menemukan dan mengobati penderita TBC di masyarakat.

“Umumnya untuk mendeteksi penderita dilakukan pemeriksaan dahak. Namun karena sekarang ini gejala penderita TBC sudah tidak lagi khas, maka dibutuhkan cara deteksi yang lebih lengkap menggunakan mobile X-ray,” kata dia.

Tiurmasari berharap dengan menggunakan alat pemeriksaan paru tersebut dapat membantu penemuan kasus TBC sedini mungkin agar segera diobati lebih lanjut.

“Sebenarnya jika terinfeksi penderita TBC masih bisa sembuh, bila melakukan pengobatan secara rutin,” katanya.

Ia menambahkan TBC bukan penyakit keturunan maupun penyakit yang memalukan, sehingga jangan ditakuti penderitanya. Hal ini penting, kata dia, demi mengedukasi masyarakat agar tidak menimbulkan stigma kepada penyintas TBC.

Selain rontgen dada secara serentak, kegiatan tersebut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa skrining penyakit tidak menular seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Adapun kegiatan yang berlangsung di GMIT Gunung Sinai, Kelurahan Naikolan, itu menargetkan kuota untuk 100 peserta.

Selanjutnya, pada Rabu (17/9) akan dilaksanakan di Kantor Lurah Oesapa Kota Kupang. Masyarakat diimbau membawa serta KTP atau Kartu Keluarga (KK) saat mendaftar.

“Mari manfaatkan pelayanan yang gratis ini. Kalau nanti hasil skrining ternyata terinfeksi TBC, maka pengobatannya juga gratis diberikan oleh pemerintah,” kata Tiurmasari.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026