Labuan Bajo (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang saat melaut.
"Bagi para nelayan juga diharapkan waspada terhadap angin kencang dan potensi gelombang tinggi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu.
Maria menambahkan Stasiun Meteorologi Komodo terus memantau perkembangan dan akan memberikan pembaruan jika ada perubahan signifikan terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi.
Maria juga menjelaskan Bibit Siklon Tropis 97S yang awal muncul sebagai sirkulasi siklonik pada 12-14 November 2025 lalu memicu perubahan cuaca signifikan di Manggarai Barat.
Saat pusat sistem masih berada di selatan Bali atau barat daya Nusa Tenggara Barat (NTB), terbentuk belokan dan pertemuan angin di sekitar Flores-Sumba yang menumbuhkan awan konvektif intens.
"Akibatnya, hujan intensitas sedang hingga sangat lebat terjadi meski wilayah ini sudah masuk musim hujan," kata Maria.
Lebih lanjut, Maria menjelaskan kini bibit siklon Bibit Siklon Tropis 97S berada di Samudera Hindia dekat Rote-Timor. Sistem bertekanan rendah ini bekerja seperti 'vakum atmosfer' yang menarik massa udara, sehingga angin dari selatan-barat daya menguat menuju pusat sistem.
"Di Labuan Bajo, angin kencang terutama terasa siang hingga malam hari," ungkapnya.
Meski langit tampak cukup cerah, kata dia, angin permukaan tetap meningkat karena tarikan menuju pusat siklon.
"Untuk itu kami menghimbau pelaku wisata bahari mematuhi informasi cuaca dan aturan KSOP, serta tidak memaksakan berlayar jika izin tidak diberikan atau cuaca memburuk," katanya.

