
PLN memperkuat layanan kesehatan di wilayah perbatasan RI-TImor Leste

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat keandalan listrik layanan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste dengan menaikkan daya listrik Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Kabupaten Malaka.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur F Eko Sulistyono di Kupang, Jumat, mengatakan peningkatan daya itu sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan.
“Peningkatan daya ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan masyarakat perbatasan mendapatkan layanan kesehatan modern dan setara dengan daerah lain. PLN akan terus berada di garis depan mendukung layanan publik,” katanya.
Ia mengatakan sebelumnya RSPP Betun daya listriknya hanya 197 kVA, namun kini sudah dinaikkan menjadi 555 kVA guna mendukung layanan kesehatan di wilayah perbatasan negara itu.
Eko juga menegaskan tambahan daya itu menjadi landasan utama bagi RSPP Betun dalam mengoperasikan berbagai peralatan medis berteknologi tinggi, sekaligus menandai dukungan PLN terhadap percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di kawasan perbatasan.
Manager PLN UP3 Kupang Nikolas Denis Adrian dihubungi dari Kupang mengatakan PLN memberikan dukungan penuh karena memahami pentingnya kontinuitas energi bagi operasional fasilitas kesehatan.
“Rumah sakit memerlukan suplai daya yang stabil agar peralatan medis berteknologi tinggi dapat berjalan tanpa gangguan," ujar dia.
Menurut dia, dengan peningkatan daya itu, PLN memastikan RSPP Betun siap beroperasi 24 jam dengan layanan terbaik. Dan itu merupakan investasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di perbatasan.
Direktur RSPP Betun dr Oktelin Kurniawati Kaswadie mengatakan peningkatan daya listrik tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan rumah sakit yang telah disusun sejak lima tahun terakhir.
“Karena berbagai kendala, baru tahun ini kami bisa menata kembali. Kami menargetkan pada 2025 seluruh peralatan canggih yang kami miliki dapat beroperasi optimal,” ujar dr Oktelin.
Ia mengatakan sejumlah peralatan modern bantuan Kementerian Kesehatan, seperti CT Scan dan Kateterisasi Lab yang masing-masing membutuhkan 200 kVA, serta X-ray, hemodialisa, dan mamografi yang memerlukan tenaga stabil hingga 50 kVA, menjadikan penambahan daya sebagai kebutuhan mendesak.
“Untuk total kebutuhan tersebut, kami harus naik menjadi 555 kVA. Listrik yang andal adalah nyawa bagi alat-alat ini, dan nyawa bagi pasien kami,” ujar dia.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
