Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang meminta guru jadi fasilitator edukasi pencegahan rabies

Kamis, 27 November 2025 09:04 WIB
Image Print
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana drh. Yohanes Simarmata (berdiri) saat memberikan materi dalam pelatihan para guru sekolah dasar sebagai fasilitator edukasi pencegahan rabies, di Kupang, Rabu, (26/11/2025).  ANTARA/Yoseph Boli Bataona

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta guru sekolah dasar menjadi fasilitator dan edukator dalam upaya pencegahan kasus rabies berbasis prinsip kesejahteraan hewan.

“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya preventif sekaligus meningkatkan pengetahuan para guru mengenai materi rabies dan upaya pencegahan praktik yang berisiko bagi kesehatan masyarakat maupun hewan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Oktovianus Naitboho di Kupang, Rabu (26/11).

Hal ini ia sampaikan dalam pelatihan fasilitator edukasi rabies yang digelar lembaga swadaya masyarakat JAAN Domestic bagi 18 perwakilan guru sekolah dasar di Kota Kupang.

Menurut dia, rabies merupakan penyakit zoonosis yang menjadi permasalahan serius dan masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di NTT. Di sisi lain, lembaga pendidikan memiliki kontribusi penting dalam mencegah rabies dan meningkatkan kesadaran masyarakat dimulai dari peserta didik.

“Dengan pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan mengajarkan nilai kesejahteraan hewan dan pencegahan rabies secara kreatif dan menyenangkan dalam kegiatan belajar di sekolah,” kata Oktovianus.

Ia berharap para peserta mampu memperdalam wawasan serta selanjutnya dapat mengintegrasikan edukasi rabies berbasis kesejahteraan hewan di sekolah sekaligus memperluas jejaring antarguru.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi utama “Situasi Rabies, Pengenalan Rabies dan Penanganannya melalui Prinsip Kesejahteraan Hewan” yang disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesejahteraan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT drh. Melky Angsar.

Materi berikutnya, “Pentingnya Edukasi terkait Rabies dan Kesejahteraan Hewan bagi Anak-anak” yang dibawakan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana drh. Yohanes Simarmata. Ia menekankan pentingnya edukasi yang kreatif dengan metode sesuai usia peserta didik untuk membangun budaya empati sejak dini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan materi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), modul ajar JAAN Domestic, serta penyusunan rencana tindak lanjut di lingkungan sekolah masing-masing.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026