Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang menjamin stabilisasi harga bahan pokok selama HBKN

Selasa, 3 Maret 2026 13:20 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang Christian Widodo (kiri) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso (kanan) menjadi pembicara dalam forum high level meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Kupang, NTT, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Yoseph Boli Bataona

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, NTT, memastikan stabilisasi harga dan stok bahan pokok selama hari besar keagamaan nasional (HBKN) melalui koordinasi strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

"Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah antisipatif mencegah inflasi selama HBKN semester I 2026. Melalui forum ini, kita memastikan kebijakan yang diambil benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Wali Kota Kupang Christian Widodo saat memimpin forum high level meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Kupang, NTT, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2026, inflasi bulanan Kota Kupang ada di angka 0,14 persen dan tahunannya 3,55 persen.

"Pada Februari 2026, inflasi bulanannya 0,71 persen dan tahunannya 4,01 persen," katanya.

Menurut dia, inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan berkaitan langsung dengan kestabilan harga di pasar hingga ketersediaan sembako di dapur masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab moral bersama.

Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi dan strategi program yang menjawab kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah 2026.

"Kita mesti bersiap-siap. Situasi global, termasuk kondisi di Timur Tengah yang tidak menentu mungkin masih jauh dari Indonesia. Namun, karena isu yang berkembang di media sosial begitu banyak, bisa memicu masyarakat melakukan panic buying," katanya.

Pemkot Kupang, lanjut dia, terus melakukan berbagai upaya dalam pengawasan harga dan pasokan bahan pokok terus dilakukan, mulai dari operasi pasar murah sesuai jadwal hingga sidak rutin ke pasar dan distributor untuk memastikan harga tetap stabil dan stok mencukupi.

Christian juga menekankan pentingnya dua kunci utama pertumbuhan ekonomi, yakni stabilitas dan peningkatan produksi.

Stabilitas berkaitan dengan pengendalian inflasi, sedangkan peningkatan produksi didorong melalui digitalisasi dan efisiensi sistem.

Lebih lanjut, ia berharap forum TPID tersebut tidak sekadar menjadi ajang koordinasi, tetapi ruang evaluasi dan konsolidasi untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026