
Gubernur NTT: Ada perubahan skema PON XXII NTT-NTB

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan ada perubahan skema yang lebih efisien dan realistis dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“NTT-NTB tetap menjadi tuan rumah untuk PON 2028. Jadi tetap sesuai rencana, namun ada perubahan skema disesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya di Kupang, Kamis, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan PON.
Melki mengaku, dirinya bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat telah bertemu dan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kesiapan kedua provinsi itu menjadi tuan rumah dalam kejuaraan multicabang olahraga terbesar se-Indonesia tersebut.
Dia menambahkan perubahan skema itu lebih berkaitan dengan rencana pembangunan infrastruktur olahraga untuk kebutuhan PON, yang kini diarahkan pada optimalisasi fasilitas olahraga yang sudah ada dibanding membangun arena baru.
Hal ini, lanjut dia, berkaca pada beberapa daerah yang sempat menjadi tuan rumah PON, banyak arena yang kemudian terbengkalai usai digunakan untuk penyelenggaraan PON.
Oleh karena itu untuk PON 2028, NTT dan NTB diminta untuk hanya merenovasi serta membenahi arena yang sudah ada .
“Jadi kita hanya merenovasi venue yang sudah ada saja. Tidak ada pembangunan venue baru,” tambah dia.
Terkait arena-arena baru yang membutuhkan biaya besar, seperti akuatik akan dialihkan ke daerah lain di Indonesia yang memiliki fasilitas memadai.
“Akan kita alihkan ke Jakarta dan Jawa Barat untuk venue-venue yang butuh anggaran miliaran,” tambah dia.
Prabowo juga tambah dia telah berpesan agar tidak ada pembangunan arena baru yang justru berpotensi membebani keuangan daerah.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
