Logo Header Antaranews Kupang

Rektor Undana ingin menghilangkan gap antara pimpinan dan mahasiswa

Senin, 2 Februari 2026 13:06 WIB
Image Print
Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale (kiri) saat berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa Undana di Kupang. ANTARA/HO-Humas Undana.

Kupang (ANTARA) - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale mengatakan ingin menghilangkan gap (kesenjangan) antara pimpinan perguruan tinggi tersebut dengan mahasiswa di kampus yang kini dipimpinnya.

“Di kampus, sering kali ada jarak (kesenjangan, red.) antara pimpinan dan mahasiswa. Gap itu yang ingin saya hilangkan," katanya di Kupang, Senin.

Hal ini disampaikannya saat berdiskusi santai bertajuk "Ngopi Bareng Rektor” dengan perwakilan BEM dan BLM Universitas Nusa Cendana di salah satu kafe di Kota Kupang.

Dia mengatakan langkah diskusi di luar kampus ini diambil secara sengaja untuk menciptakan komunikasi yang lebih cair, setara, dan tanpa jarak antara pimpinan dengan mahasiswa.

Prof. Jefri mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi kafe bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku yang sering kali menghambat penyampaian informasi dari mahasiswa ke pimpinan.

Dengan suasana yang lebih informal, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan kondisi riil di lapangan secara jujur.

"Kita berdiskusi layaknya teman atau kakak dan adik, sehingga saya memperoleh gambaran nyata tentang tantangan yang mereka hadapi selama menempuh pendidikan di Undana,” ujar Prof. Jefri.

Bahkan Rektor Undana ini secara terbuka meminta mahasiswa untuk tidak ragu melontarkan kritik pedas, baik terhadap kepemimpinannya maupun pimpinan di tingkat fakultas, sebagai bahan evaluasi demi perbaikan institusi.

Merespons keterbukaan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah isu krusial yang tengah menjadi perhatian di kalangan civitas akademika. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi akuntabilitas.

Mahasiswa inginkan agar ada transparansi program kerja dan pengelolaan anggaran universitas, kemudian juga kualitas serta pemerataan fasilitas pendukung kemahasiswaan.

Ketiga adalah etika dan keamanan. Dimana kampus diminta komit dalam menangani serta mencegah kekerasan di lingkungan akademik.

Terakhir adalah profesionalisme dimana perlu ada kualitas proses bimbingan akademik oleh dosen.

"Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah adu argumen, tetapi juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman hidup," ujar dia.

Melalui forum dialog ini, Undana menegaskan komitmennya terhadap model kepemimpinan yang partisipatif dan terbuka.

Kegiatan “Ngopi Bareng” ini direncanakan menjadi agenda rutin guna memastikan saluran komunikasi antara pimpinan dan mahasiswa tetap terjaga secara intensif dan berkualitas.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rektor Undana ingin hilangkan gap antara pimpinan dan mahasiswa



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026