
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani

Kami tidak hanya melakukan riset di laboratorium. Fokus kami adalah membawa transparansi harga dan data satelit secara real-time ke tangan pemerintah dan petani,"
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menghadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis kecerdasan buatan atau AI guna mendukung petani rumput laut di NTT.
Dosen Budidaya Perairan Undana sekaligus sebagai Partner Investigator , Welem L Turupadang di Kupang, Kamis, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari riset kolaboratif berjudul "Creation of an Interactive Online Seaweed Production Map to Support Policy-Making for the Indonesian Seaweed Industry" yang bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap produksi rumput laut.
"Kami tidak hanya melakukan riset di laboratorium. Fokus kami adalah membawa transparansi harga dan data satelit secara real-time ke tangan pemerintah dan petani," katanya.
Dia menambahkan, peta yang dihasilkan tersebut penting karena mampu menyediakan data akurat bagi kebijakan nasional yang mendukung petani rumput laut.
Menurut dia, perubahan iklim yang mengakibatkan fluktuasi suhu laut dan curah hujan ekstrem sering kali menyebabkan gagal panen bagi petani rumput laut.
"Sebagai solusi, tim riset mengembangkan peta daring interaktif yang dapat mengidentifikasi wilayah tanam dengan akurasi tinggi menggunakan model AI terbaru, Segment Anything Model (SAM)," tambah dia.
Baca juga: Undana dan Grab beri voucher mahasiswa teraktif ke perpustakaan Undana
Baca juga: Undana gandeng UB-UMM ciptakan beras granul untuk cegah stunting di NTT
Kehadiran Undana dalam proyek ini memberikan dampak positif dalam tiga aspek strategis yakni validitas data lapangan, transparansi ekonomi, dan akselerasi bantuan pemerintah.
Lebih lanjut kata dia, platform ini mengintegrasikan data harga pasar historis, yang memberikan posisi tawar lebih kuat bagi petani, serta menjadi basis bagi pemerintah daerah dalam penentuan kebijakan subsidi dan pembangunan infrastruktur perikanan yang lebih tepat sasaran.
"Fase pengumpulan data lapangan di pesisir NTT dijadwalkan mulai pada kuartal kedua tahun 2026, dengan prototipe platform ditargetkan rampung pada Januari 2027," ujar dia.
Prototipe ini lanjut dia, akan diserahkan kepada pembuat kebijakan sebagai instrumen pendukung keputusan.
Dengan komitmen ini, Undana mempertegas posisinya sebagai Center of Excellence riset kelautan, memastikan bahwa kemajuan sains global dapat meningkatkan kesejahteraan petani pesisir dan menjaga kedaulatan industri rumput laut Indonesia di panggung dunia.
Untuk diketahui proyek ini didanai melalui hibah Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI) dan melibatkan konsorsium internasional yang dipimpin oleh University of Queensland (UQ) Australia, bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), POLIKANT, serta mitra industri Jasuda.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
