Logo Header Antaranews Kupang

Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,

Jumat, 13 Februari 2026 18:43 WIB
Image Print
Peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melanjutkan rangkaian peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan, Tri Hanggono Achmad menegaskan bahwa pembukaan program studi baru ini bukan sekadar penambahan kapasitas pendidikan, melainkan misi kemanusiaan untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas.

"Pemerintah menargetkan percepatan produksi dokter spesialis dan subspesialis untuk menutup rasio dokter yang belum ideal, terutama di luar Pulau Jawa dan wilayah 4T. Kolaborasi perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY ini menjadi bukti nyata sinergi akademik dalam memperkuat sistem kesehatan nasional," kata Tri Hanggono melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Sementara, Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Hartono menyampaikan komitmen UNS dan seluruh perguruan tinggi mitra untuk menjaga mutu pendidikan di tengah akselerasi pembukaan prodi baru.

"Kami memastikan bahwa percepatan ini tetap menjunjung tinggi kualitas. Dokter spesialis dan subspesialis yang dihasilkan harus memiliki kompetensi unggul dan kesiapan mengabdi di seluruh pelosok negeri," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa kesehatan menjadi kebutuhan dasar utama masyarakat Jawa Tengah, sejalan dengan kebijakan nasional pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Sebagai upaya pemerataan layanan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi program Spesialis Keliling (Speling), yakni layanan dokter spesialis berbasis mobil klinik untuk menjangkau desa-desa terpencil.

"Selama ini dokter spesialis terkonsentrasi di kota besar. Melalui program ini dan dukungan perguruan tinggi, kami berharap layanan spesialis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa," ucapnya.

Diketahui, peluncuran program studi spesialis dan subspesialis di Jateng–DIY merupakan bagian dari rangkaian nasional pembukaan prodi PPDS dan PPDSS baru yang dilaksanakan serentak di 18 titik di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjawab tantangan kekurangan dokter spesialis dan subspesialis, sekaligus mendukung mandat Presiden dalam percepatan implementasi Asta Cita, khususnya dalam pemerataan layanan kesehatan di wilayah 4T (tertinggal, terdepan, terluar, dan transmigrasi).

Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, pelaksanaan program ini melibatkan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Pada kesempatan ini, lima universitas di wilayah Jawa Tengah dan DIY secara bersama-sama meluncurkan 33 prodi baru. UGM membuka enam prodi yang didominasi pendidikan subspesialis vital seperti Jantung, Forensik, Patologi, serta Spesialis Pulmonologi dan Rehabilitasi Medik.

Unsoed membuka prodi Dokter Spesialis Patologi Anatomi untuk memperkuat layanan diagnostik, sementara UII berkontribusi melalui Program Studi Dokter Spesialis Patologi Klinik.

UNDIP memberikan kontribusi signifikan dengan membuka 15 prodi baru, mencakup Spesialis Bedah Urologi, Orthopedi, Bedah Anak, serta berbagai subspesialis di bidang Anak, Obstetri dan Ginekologi, Bedah Saraf, Jantung, hingga Anestesiologi.

Sebagai tuan rumah, UNS meluncurkan 10 prodi baru yang terdiri dari spesialis dan subspesialis. Selain bidang kuratif seperti Bedah Plastik, Bedah Toraks, dan Mata, UNS juga memperkuat aspek fundamental layanan kesehatan melalui Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dan Gizi Klinik, serta sejumlah program subspesialis di bidang Bedah, Anak, dan Obstetri-Ginekologi.

Seiring pembukaan program studi baru, Kemdiktisaintek memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran dengan menetapkan tujuh calon Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) di Jawa Tengah dan DIY, yaitu RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUD Soewondo Pati, RSUD Kardinah Tegal, RS Bethesda Yogyakarta, RSUP Dr. Kariadi Semarang, serta RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Ketujuh rumah sakit tersebut akan bermitra dengan fakultas kedokteran setelah melalui tahapan verifikasi dan akreditasi sesuai ketentuan, guna memastikan proses pendidikan klinik berjalan optimal, bermutu, dan selaras dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Percepat pemenuhan dokter, Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026